Kuliah Kerja dari Rumah, Mahasiswa UIN Maliki Edukasi Masyarakat tentang Imbas Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Wanita

Jan 24, 2022 15:43
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa dari Rumah (KKM-DR) 195 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (UIN Maliki Malang) sukses melaksanakan Penyuluhan Kesehatan yang bertemakan “Peran Penting Kesehatan dalam Pernikahan Dini untuk Pembangunan dan Kemajuan Desa" (Ist)
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa dari Rumah (KKM-DR) 195 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (UIN Maliki Malang) sukses melaksanakan Penyuluhan Kesehatan yang bertemakan “Peran Penting Kesehatan dalam Pernikahan Dini untuk Pembangunan dan Kemajuan Desa" (Ist)

JATIMTIMES - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa dari Rumah (KKM-DR) 195 UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang sukses melaksanakan penyuluhan kesehatan yang bertema “Peran Penting Kesehatan dalam Pernikahan Dini untuk Pembangunan dan Kemajuan Desa". KKM-DR yang dilaksanakan di Balai Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, itu mendapat respons positif.

Di sana para mahasiswa menggandeng penyuluh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan penyuluh dari UPT Puskesmas Poncokusumo. Mereka lalu memberikan edukasi tentang dampak pernikahan fini dan upaya pendewasaan usia pernikahan serta pencegahan kanker leher rahim dan kanker payudara.

1

Penyuluh KUA Kecamatan Poncokusumo Kasi Ali menyampaikan dalam paparan materinya bahwa  usia ideal untuk melakukan pernikahan adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Menurut dia, pernikahan dini di bawah umur tentunya akan menimbulkan berbagai dampak, baik dampak sosial maupun aspek kesehatan.

Dalam pernikahan dini, kadang pasangan belum mempunyai kesiapan fisik dan mental yang menang dibutuhkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Hal itu merambah ketika  hal yang rentan menjadi problem, yakni permasalahan ekonomi.

3

"Ketidaksiapan dari segi fisik dan mental rawan terjadinya perceraian akibat kebutuhan ekonomi yang tidak terpenuhi serta memicu KDRT akibat emosi yang labil dan ketidaksiapan menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga," tuturnya.

Indasah Amd Keb yang merupakan bidan Puskesmas Poncokusumo menambahkan, pernikahan dini rentan dengan permasalahan kesehatan. Pernikahan dini menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kanker leher tahim. Penyakit ini  merupakan pembunuh nomor satu bagi perempuan, termasuk juga kanker payudara.

2

"Lakukan tes kesehatan secara rutin. Tes IVA minimal 5 tahun sekali di bidan, puskesmas dan rumah sakit untuk melakukan pendeteksian sejak dini adanya kanker leher rahim," ungkapnya.

Selian itu,  para ibu atau wanita diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari). Hal ini dilakukan dengan meraba dan melihat payudara sendiri guna melihat kemungkinan adanya perubahan fisik pada payudara.

"Rajin deteksi dini kanker payudara bagi Ibu-ibu dan remaja putri dengan metode sadari yang dapat dilakukan di rumah secara mandiri," paparnya.

Ketua kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 195 UIN UIN Maliki Malang Sa’adah berharap, adanya penyuluhan kesehatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pandansari. Adanya kegiatan ini diharapkan menekan angka pernikahan dini agarmenurun. Dengan begitu, masyarakat Desa Paandansari dapat terhindar dari penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara dengan adanya pendeteksian secara dini. 

Sementara itu, kegiatan itu dihadiri perwakilan dari organisasi kepemudaan Desa Pandansari seperti karang taruna, IPNU-IPPNU, Fatayat, Muslimat serta perangkat Desa Pandansari yang juga sekaligus membuka acara secara resmi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kuliah kerja dari rumahUIN Maliki MalangPenyuluhan pernikahan dini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru