Akses Jalan Ditutup Tembok, Warga Candirenggo Singosari Geram

Jan 21, 2022 19:58
Kondisi tembok yang memisahkan RT 2 dan 3 Dusun Karangwaru dan RT 1 Perumahan Green Village Desa Candirenggo Kecamatan Singosari.(Foto: Istimewa).
Kondisi tembok yang memisahkan RT 2 dan 3 Dusun Karangwaru dan RT 1 Perumahan Green Village Desa Candirenggo Kecamatan Singosari.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sejumlah warga di dua RT RW 10 Dusun Karangwaru Desa Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang seperti terisolir. Pasalnya, salah satu jalan yang biasanya digunakan untuk mobilitas warga tertutup oleh tembok Perumahan Green Village

Daerah tersebut diketahui berbatasan langsung dengan RT 1 RW 10 Dusun Karangwaru Desa Candirenggo Perumahan Green Village. Dan dengan berdirinya tembok tersebut, ternyata berdampak langsung pada warga RT 2 dan RT 3 RW 10 Dusun Karangwaru. 

"Ya jadi tidak ada jalannya. Kalau warga lewat ya mepet-mepet di jalan kampung," ujar Ketua RT 1 RW 10 Perumahan Green Village, Arifin kepada JatimTIMES, Jumat (21/1/2022).

Meskipun ia tinggal di perumahan yang berbatasan dengan wilayah kampung setempat, ia mengaku bahwa selama ini antara warganya di RT 1 selalu berkomunikasi dengan baik dengan warga di RT 2 dan 3. Namun setelah tembok itu berdiri sejak sekitar 10 hari yang lalu, terpaksa komunikasinya menjadi terhambat. 

"Contohnya kalau ada warga saya (RT 1 Perumahaan Green Village) yang meninggal, itu yang membantu merawat jenazah juga warga RT 2 dan 3. Kalau begini kami jadi terpecah," terang Arifin. 

Arifin menjelaskan, sebelum tembok itu dibangun juga tidak ada sosialisasi apapun dari pihak perumahan. Hanya ada beberapa orang yang ia ketahui sebagai orangnya pengembang perumahan, mengatakan bahwa tempat itu akan dibangun tembok.

"Ya cuma bilang aja bahwa tempat itu mau dibangun tembok. Tidak ada komunikasi seperti rundingan atau musyawarah terkait rencana dibangunnya tembok tersebut," terangnya. 

Dulu saat awal dibangun, ia mengatakan bahwa sudah sempat dihentikan oleh pihak Kecamatan Singosari. Namun tidak berselang lama, pembangunan tembok itu kembali dilanjutkan. Dan pekerja yang membangun tembok bilang bahwa sudah disetujui oleh pihak kecamatan. 

"Sempat distop oleh Pak Camat. Lalu selang beberapa hari dilanjutkan pembangunannya. Pekerja yang mengerjakan bilang bahwa disuruh Pak Camat," imbuh Arifin. 

Menurutnya, berdirinya tembok tersebut membuat geram masyarakat yang ada di RT 2 dan RT 3 serta RT 1 di perumahannya. Puncaknya, pada Selasa (18/1/2022) lalu, sejumlah warga diundang untuk mediasi di Balai Desa. Namun karena merasa tidak ada solusi dari pihak Desa Candirenggo, ia bersama sejumlah warga yang geram akhirnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi dengan kecewa. 

"Lha kalau tidak ada solusi, kenapa kami diundang. Ya saat itu saya marah-marah sama beberapa warga. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk pergi," tegas Arifin. 

Ia pun berharap agar tembok tersebut dapat dibuka kembali sebagai akses warga. Baik warga yang ada di RT 2 dan 3 RW 10 Dusun Karangwaru, maupun warga yang ada di RT 1 Perumahan Green Village. 

"Ini Perumahan Green Village, dulu namanya Perumahan Bukit Singosari Raya. Ya kami berharap agar tembok itu dibuka. Warga kampung itu kan juga ada yang buka warung, biasanya juga di sana berkumpulnya, sekarang jadi tidak bisa. Biasanya kan silaturahmi ke orang kampung, sekarang jadi tidak bisa," terang Arifin. 

Sementara itu, pihak Desa Candirenggo dan Kecamatan Singosari hingga kini belum memberikan keterangan. Saat coba dihubungi, keduanya masih belum merespon. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
penutupan jalanperumahan green village

Berita Lainnya

Berita

Terbaru