Mengenal Kampung YouTuber di Kecamatan  Pragaan Sumenep, Ada Yang Berpenghasilan 88 Juta Per Bulan

Jan 20, 2022 14:46
Saiful Bahri saat menunjukkan Silver Play Button yang didapatkan dari YouTube. (Foto: Ist Ros/JatimTIMES)
Saiful Bahri saat menunjukkan Silver Play Button yang didapatkan dari YouTube. (Foto: Ist Ros/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Siapa pun yang mendengar kata YouTube mungkin sudah tidak asing lagi. Pasalnya, YouTube -yang banyak digunakan untuk berbagi video- saat ini sudah tidak hanya kental di kalangan masyarakat perkotaan, melainkan juga masyarakat pedesaan.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang saat ini sudah mulai dikenal sebagai kampung para Youtuber.

Diketahui, saat ini sebagian besar masyarakat di Kecamatan Pragaan -mulai dari yang muda hingga tua- hampir  merupakan konten kreator yang sudah menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah dari hasil adsense YouTube.

Bahkan, dengan uang yang dihasilkan, mereka sudah mampu membeli mobil dan motor keluaran terbaru hingga membuat rumah dan menabung.

Saiful Bahri, salah satu youtuber asal Dusun Bulu, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Sumenep, saat diwawancarai Jatimtimes.com mengatakan, ia merintis YouTube sejak 2017 yang lalu. Saat itu, dirinya mendapatkan tugas kuliah dari kampus dan tugas tersebut berbentuk visual atau video untuk di unggah dikanal YouTube.

"Sehingga saat itulah saya ada kemauan untuk berkarya di bidang YouTube," katanya, Kamis (20/01/2021)

Selanjutnya, mantan aktivid Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institusi Asia Malang itu mengaku terus mengembangkan sejumlah akun YouTube yang ia punya. Termasuk dalam bidang desain grafis. Sehingga hasil karyanya mampu menghasilkan cuan hingga puluhan juta rupiah per bulan.

"Alhamdulillah sudah bisa beli mobil sendiri dan berinvestasi dalam bidang simpan pinjam. Akumulasi dari beberapa akun, penghasilan saya per bulan kurang lebih 65 hingga 88 juta," jelasnya

Saat ditanya apa kesulitan yang dialami selama menjadi youtuber, Saiful mengaku tidak banyak mengalami kesulitan. Menurut dia,
yang paling sulit adalah konsisten untuk terus aktif meng-upload video di akun YouTube.nya.

“Selain itu terkait dengan masalah ide kreativitas untuk mempertahankan konten yang disukai banyak viewer,” ucap Saiful 

Pemuda yang saat ini tengah melanjutkan pendidikan S2 di MTI Universitas Amikom Yogyakarta itu juga mengajak anak-anak muda di desanya dan desa tetangga yang awalnya pengangguran untuk aktif sebagai youtuber.

"Alhamdulillah semuanya sukses dan berpenghasilan. Sampai saat ini kurang lebih 20 orang tersebut sudah ada yang memiliki lebih dari 2-3 akun YouTube," terangnya.

Ia berpesan, bagi para pejuang YouTube utamanya yang masih merintis agar 
tetap konsisten. Jangan ada kata bosan untuk meraih kesuksesan.

"Kuncinya untuk YouTuber pemula, jangan fokus pada uang, tapi marilah kita berkarya bersama-sama untuk membuahkan hasil yang maksimal dan teruslah aktif di dunia YouTube," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru