Dewan Desak Pemkab Malang Lakukan Relokasi Pedagang Pasar Bululawang

Jan 18, 2022 17:44
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Hadi Mustofa.(Foto: Istimewa).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, Hadi Mustofa.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mendesak Pemkab untuk segera menyediakan tempat relokasi bagi pedagang pasar Bululawang yang kiosnya hangus karena terbakar, Minggu (16/1/2022) lalu. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang Hadi Mustofa mengatakan, paling tidak ada solusi yang diberikan bagi pedagang terdampak agar dapat kembali berjualan. 

Akibat kebakaran tersebut setidaknya ada 51 kios yang habis dilalap si jago merah. Akibatnya, ada sebanyak 32 pedagang yang terpaksa masih belum dapat berjualan karena kiosnya yang hangus terbakar. Untuk itulah pria yang akrab disapa Gus Tof ini mendesak Pemkab Malang bisa menyediakan penampungan atau tempat relokasi bagi pedagang yang terdampak. 

“Untuk itu kami mendesak Pemkab Malang segera mencarikan solusi agar para pedagang yang kiosnya terbakar dibuatkan tempat penampungan atau relokasi sementara, supaya mereka bisa kembali beraktivitas," ujarnya, Selasa (18/1/2022).

Mengingat sebentar lagi sudah tiba bulan Ramadan, ia berharap bahwa sebelum bulan suci umat Muslim itu tiba, pedagang-pedagang tersebut sudah dapat kembali beraktivitas dengan normal. Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang segera mengambil langkah-langkah agar para pedagang tersebut bisa beraktivitas kembali.

Selain itu, ia juga berharap agar Pemkab Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) bisa melakukan revitalisasi pasar Bululawang, yang menurutnya hal itu memang perlu dilakukan. 

Menurutnya juga, jika terjadi kebakaran pada bangunan pasar meski tidak kesemuanya terbakar tetap harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh. “Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Malang HM Sanusi yang berencana merevitalisasi Pasar Bululawang yang terbakar dengan mengunakan anggaran gotong royong. salah satunya dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dimiliki perusahaan,” imbuhnya.

Dia juga menyampaikan, kini Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polisi Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) telah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran Pasar Bululawang. Sehingga dari penyelidikan itu akan diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Kemungkinan dari penyelidikan Tim Labfor itu, bisa diketahui bahwa apakah bangunan yang terbakar masih layak digunakan atau harus dilakukan pembongkaran.

"Jika memang tidak layak untuk ditempati kembali oleh pedagang, maka Pemkab Malang segera untuk melakukan revitalisasi. Karena jika tidak direvitalisasi dikhawatirkan akan terjadi permasalahan baru atau bangunan roboh,” terangnya.

Gus Tof mengaku, untuk melakukan revitalisasi Pasar Bululawang dengan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang memang prosesnya membutuhkan waktu lama. Sehingga untuk mempercepat revitalisi 51 kios yang terbakar itu langkah yang yang dilakukan Bupati Malang sudah tepat, yakni menggandeng pihak ketiga dengan menggunakan CSR yang disebut bupati dana gotong royong.

"Langkah cepat untuk merevitalisasi puluhan kios di Pasar Bululawang pasca kebakaran itu memang harus ada alternatif anggaran. Agar para pedagang bisa kembali beraktivitas. Mengingat kurang beberapa bulan lagi sudah masuk bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kebakaran pasar bululawangrevitalisasi pasar bululawangDPRD Kabupaten MalangRelokasi pedagang pasar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru