Tersangka Pembunuh Ayah Kandung di Dampit Dipastikan Gangguan Jiwa Berat

Jan 17, 2022 16:15
Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi. (Foto:Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi. (Foto:Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Budi Cahyono (40) yang menjadi tersangka atas kasus pembunuhan ayahnya sendiri Suradi (65) telah dipastikan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kepastian tersebut berdasarkan hasil assestment dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang yang keluar pada Sabtu (15/1/2022) lalu. 

Kendati demikian, pihak Satreskrim Polres Malang tetap akan melanjutkan proses hukum terhadap tersangka. Rencananya, berbekal berbagai keterangan yang dihimpun dari para saksi dan olah TKP, Satreskrim Polres Malang akan melakukan gelar perkara. 

"Sekitar satu hari lalu telah keluar hasil assestment dan dokter mengatakan pelaku ini mengalami gangguan jiwa berat. Proses hukum tetap berlanjut hasil ini nanti kami akan kami gunakan untuk gelar perkara," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi. 

Hingga saat ini, Budi Cahyono juga masih diamankan di Mapolsek Dampit. Donny mengaku, sejauh ini Budi Cahyono masih sulit untuk dimintai keterangan. Menurutnya, Budi Cahyono cenderung enggan berbicara. 

"Yang bersangkutan (Budi) tidak bisa berbicara sama sekali meskipun telah dicoba dengan metode dan bujuk rayu berbagai cara masih enggan berbicara. Kami akan koordinasikan setelah gelar perkara kelanjutan proses hukumnya," terang Donny. 

Sementara itu, pihak Satreskrim Polres Malang juga telah menggali keterangan dari saksi ahli, yaitu Ponimi (45) yang tidak lain adalah kakak kandung Budi Cahyono. Donny menyebut bahwa Ponimi mengatakan bahwa Budi memang melakukan tindakan menggunakan senjata tajam yang menyebabkan ayahnya meninggal.

Selain itu, sejumlah warga desa setempat juga ada yang melihat langsung bahwa Budi keluar rumah dengan membawa sebilah celurit yang masih ada bekas darahnya.Bukan hanya ayahnya yang menjadi korban, namun kakak Budi yang hendak melerai juga ikut tersabet celurit yang digunakan Budi menghabisi ayahnya. 

Beruntungnya, nyawa sang kakak masih tertolong meskipun terluka di bagian pelipis dan tangannya. Dan hingga saat ini masih dalam proses penyembuhan. "Saksi melihat secara langsung proses terbunuhnya korban. Saksi kunci kakak kandung dan juga korban sudah menjelaskan. Warga yang melihat seketika terduga pelaku keluar dengan senjata tajam ada tetesan darah," pungkas Donny.

Atas perbuatannya tersebut, Budi disangkakan dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pembunuhan di dampitPolres Malanggangguan jiwa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru