Penetapannya Jadi Tersangka Dirasa Tidak Sah, Pemilik SPI Kota Batu Gugat Praperadilan Kapolda Jatim

Jan 16, 2022 20:36
Suasana SPI Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Suasana SPI Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Kurang lebih 5 bulan lamanya pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu JEP ditetapkan jadi tersangka dugaan kasus kekerasan seksual kepada belasan siswa di sana. Namun di awal tahun 2022 ini JEP melakukan gugatan praperadilan terhadap Kapolda Jatim.

Keputusan JEP melayangkan gugatan tersebut lantaran menilai penetapannya sebagai tersangka tidak sah. Gugatan JEP terdaftar dalam nomor 1/Pid.Pra/2022/PN Sby.

Gugatan sudah didaftarkan pada Rabu 5 Januari 2022. Dalam situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surabaya, gugatan JEP sudah terdaftar dalam nomor 1/Pid.Pra/2022/PN Sby.

Humas Pengadilan Negeri Surabaya Martin Ginting saat dikonfirmasi membenarkan adanya gugatan JE. Sidang pun telah dilaksanakan pada Jumat (14/1/2022 lalu.

“Sidang perdana sudah tanggal hari Jumat. sidang perdana agenda pemeriksaan surat kuasa dan surat permohonan,” ucap Martin.

Rencananya sidang lanjutan akan berlangsung pada Senin (17/1/2022). Sementara itu JEP ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim pada Kamis (5/8/2021). Penetapan itu sesaat setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun JEP tidak pernah ditahan. Hingga berkas Ditreskrimum Polda Jatim melayangkan perkara JEP sudah dua kali dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi Jatim. Dikembalikannya berkas tersebut lantaran masih kurang kelengkapannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Kasus SPI Kota Batusekolah spiSMA Selamat Pagi IndonesiaPelecehan seksual

Berita Lainnya

Berita

Terbaru