1 Orang Dipastikan Omicron, 23 Warga Banjararum Jalani Testing

Jan 15, 2022 20:05
Ilustrasi Omicron.(Foto: Istimewa).
Ilustrasi Omicron.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sebanyak 23 orang warga RT 2 RW 10 Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang telah dilakukan tracing dan testing. Hal itu menyusul ada 1 warga setempat yang dinyatakan positif Covid-19 varian Omicron, yang saat ini sudah dibawa ke Rusunawa Kepanjen untuk menjalani isolasi dan perawatan.

Warga tersebut diketahui seorang perempuan dan berusia 30 tahun. Selain dirinya, dua orang yang dinilai mempunyai kontak erat juga dibawa ke Rusunawa Kepanjen. Keduanya adalah ibu kandungnya dan anaknya yang masih berusia 1 tahun. 

"Dari 23 orang yang ditest, kita bagi menjadi dua kelompok, yakni 17 orang dengan kontak erat, dan enam orang hanya pernah berhubungan. 17 orang jalani tes PCR dan 6 antigen. Untuk antigen hasilnya negatif, sementara yang PCR masih belum keluar hasilnya," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. 

Sementara itu, saat ini wilayah RT 2 RW 10 Desa Banjararum sedang dilakukan penyekatan lokal. Sekretaris Desa Banjararum, Sutrisno mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk membatasi mobilitas warga yang hendak masuk atau keluar. 

"Untuk personel yang kami terjunkan dalam penyekatan itu kami bagi per hari. Jadi per hari itu ada sekitar empat sampai lima orang yang bertugas. Hal ini juga agar masyarakat tahu bahwa lokasi ini sedang zona merah," terang Sutrisno. 

Dalam penyekatan ini, ujar Sutrisno, dilakukan pendataan bagi warga RT 02 RW 10 yang hendak bepergian akan dicatat dahulu lokasi tujuan hingga jam kepulangannya. Serta penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut. 

Menurut Sutrisno, setidaknya ada 60 KK yang ada di lokasi tersebut. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan warga selama lokasi tersebut dilakukan penyekatan, saat ini dilakukan secara gotong royong dari warga. Sebab, Pemdes Banjararum masih kesulitan untuk memfasilitasi hal tersebut. 

"Untuk ketersediaan bahan makanan warga sekitar itu bergotong-royong. Karena ini kan awal tahun juga. Dana desa masih belum cair," ujarnya.

Topik
kasus varian omicronKabupaten Malangppu maospatiKasus Covid 19Berita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru