1 Warga Positif Omicron, Satu RT di Banjararum Ditutup

Jan 15, 2022 13:49
Kondisi RT 2 RW 10 Desa Banjararum yang dijaga ketat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kondisi RT 2 RW 10 Desa Banjararum yang dijaga ketat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Tiga orang warga Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang saat ini tengah mendapatkan perawatan di tempat isolasi di Rusunawa Kepanjen, Kabupaten Malang. Ketiga warga RT 2 RW 10 Desa Banjararum ini, satu di antaranya dipastikan positif Covid-19 varian Omicron

Ketiganya dibawa ke Rusunawa Kepanjen untuk menjalani isolasi pada Jumat (14/1/2022). Sebelumnya, pasien yang diketahui positif Omicron ini juga telah menjalani perawatan di sebuah Rumah Sakit (RS), namun karena penyakit lainnya.

"Awalnya yang bersangkutan ini dirawat di rumah sakit karena penyakit yang lain. Lalu Kamis (13/1/2022), yang bersangkutan diketahui positif Omicron, dan Jumat (14/1/2022) yang bersangkutan bersama dua anggota keluarganya, yakni anak dan ibunya, dievakuasi ke Rusunawa Kepanjen oleh Tim Tracer dari Muspika (Singosari)," ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Banjararum, Sutrisno, Sabtu (15/1/2022). 

Ia sendiri belum dapat memastikan apakah dua orang yang juga dibawa ke Rusunawa Kepanjen juga positif Omicron. Hanya saja menurutnya, dua orang tersebut memiliki kontak erat yang dengan pasien perempuan yang dipastikan positif Omicron. 

"Hanya satu orang yang positif (Omicron). Yang dua ini hubungan erat langsung," imbuh Sutrisno saat ditemui di ruang kerjanya. 

Sementara sebagai antisipasi lebih lanjut, saat ini, satu lingkungan di RT 2 RW 10 dilakukan penyekatan lokal. Hal tersebut dilakukan untuk membatasi mobilitas warga. Baik yang akan keluar, ataupun warga yang akan masuk ke lingkungan tersebut. 

"Dari muspika Singosari dan Desa Banjararum kami lakukan Penyekatan di RT dan RW setempat," terang Sutrisno.

Informasi yang dihimpun media ini, setidaknya ada 60 KK di RT 2 RW 10 Desa Banjararum ini. Yang saat ini sedang dilakukan penyekatan secara lokal. Selain itu, petugas dari Desa Banjararum dan Muspika Singosari juga telah melakukan penyemprotan disinfektan. 

"Teman-teman tim satgas melaksanakan penyemprotan disinfektan pada Kamis malam. Untuk selanjutnya pendataan mobilisasi warga yang keluar-masuk ke daerah situ. Dan menandakan lokasi bahwa daerah itu adalah zona merah," jelas Sutrisno. 

Selain itu, setidaknya saat ini sudah ada 14 orang warga setempat yang telah dilakukan tracing dan testing. Dan juga ada sekitar 7 rumah di sekitar rumah yang bersangkutan yang saat ini tengah dipantau perkembangannya. 

"Kalau dari Pemdes (Banjararum) koordinasi langsung ke Muspika terkait dengan tindaklanjutnya itu adalah kewenangan dari Muspika. Tracing ada 14 orang yang ditracing. Ada 7 rumah, terutama rumah di depan belakang dan samping kanan kiri. Sampai saat ini kami dari Pemmdes masih belum info terkait hasilnya," beber Sutrisno. 

Topik
agelique coetzeekasus varian omicronSingosari

Berita Lainnya

Berita

Terbaru