Jika Pria Dapat Bidadari di Surga, Ini yang Didapatkan Wanita di Surga

Jan 14, 2022 11:01
Ilustrasi wanita ahli surga (tafakkurfiddin)
Ilustrasi wanita ahli surga (tafakkurfiddin)

JATIMTIMES - Kaum laki-laki di Surga, kelak akan mendapatkan bidadari. Lantas, bagaimana dengan wanita ?,  akan dapat apa mereka?. Mari simak penjelasannya yang diolah dari berbagai sumber, salah satunya Tafakkur Fiddin.

Surga merupakan tempat yang sangat dirindukan. Surga merupakan tempat penuh kenikmatan yang abadi dan tiada habisnya.

Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman taman dan mata air - mata air, mereka memakai sutra yang halus dan sutra yang tebal (duduk)berhadap-hadapan. Demikianlah dan kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalam mereka meminta segala macam buah-buahan dengan amolan (dari segala kekuatiran), mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka yang jahim, sebagai karunia tuhanmu. Yang demikian itulah beruntungan yang besar". (QS Ad Sulhan ayat 51-57).

Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, "Ahli surga itu makan dan minum di surga, tetapi mereka tidak buang air besar tidak buang ingus dan tidak kencing. Akan tetapi, apa yang mereka makan di dalam surga itu menjadi sendawa, seperti bau minyak kasturi. Mereka di Ilham kan untuk bertasbih dan bertakbir sebagaimana mereka diilhamkan untuk bernafas," (HR Msulim).

Di sana Allah menghadirkan bidadari yang cantik jelita dan paras yang sempurna.  Allah berfirman dalam QS Ar Rahman ayat 72, "(bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih , dipingit didalam rumah ". Kemudian Allah kembali berfirman dalam surat Ar Rahman ayat 58, "seakan-akan bidadari itu permata Yaqut dan Marjan". 

Dalam Quran Surah Al Waqi'ah ayaat 22-24 pun juga sama, firimankan Allah, "Dan ada bidadari bidadari bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan dengan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan".

Berdasarkan ayat-ayat tadi, seakan-akan memang bidadari dari hanya diperuntukkan untuk kaum laki-laki. Namun pada hakikatnya nya, hal tersebut juga  berlaku untuk para wanita.  Hal ini ditegaskan melalui QS Ali Imran ayat 195. " sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,".

Seorang wanita di surga, nantinya akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir di dunia.  Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, "Seorang wanita (di surga) adalah istri bagi suaminya yang terakhir di dunia.".

Namun bagaimana jika wanita tersebut belum menikah saat masih di dunia ? dan bagaimana jika wanita tersebut telah bercerai sebelumnya saat masih di dunia?.

Keadaan wanita di dunia, tidak luput dari 6 keadaan. Yang pertama, jika ia meninggal sbeelum menikah, maka ia nantinya akan dinikahkan dengan pria ahli surga yang juga dalam keadaan yang sama. Allah pun akan semakin menyempurnakan alhli surga tersebut sama seperti halnya bidadari yang juga membahagiakan mata.

Kedua, dia ditalak suaminya dan tidak menikah lagi sampai ia meninggal. Kondisi wanita ini sama dengan kondisi wanita yang pertama. Ia akan dinikahkan dengan ahli surga.

Dan yang ketiga, ketika kondisi wanita yang suaminya tidak masuk surga, meskipun ia meninggal masih bersuami. Ia sama hal halnya dengan kondisi wanita yang pertama dan yang kedua. Ia juga akan dinikahkan dengan pria ahli ahli surga yang telah mentalak istrinya dan tidak menikah lagi sampai ia meninggal.

Rasulullah bersabda, "Sudah ada seorang pun yang membujang di surga,".

Keempat, dia meninggal setelah menikah, baik suaminya menikah lagi ataupun tidak sepeninggalnya. Wanita seperti ini kelak akan menjadi istri dari suaminya di dunia.

Kelima, suaminya meninggal terlebih dahulu kemudian dia tidak menikah lagi, atau menjanda sampai akhir hayatnya. jika begitu, maka laki-laki yang akan menjadi suaminya di surga adalah suaminya dulu di dunia.

Dan terakhir, kondisi dimana wanita yang suaminya meninggal terlebih dahulu kemudian ia menikah lagi. Wanita dengan kondisi seperti ini, maka suaminya adalah pria yang yang terakhir menjadi suaminya di dunia.

Syekh Ibnu Jibrin berkata, bahwa setiap wanita di surga mempunyai kelebihan dari bidadari disebabkan karena amal saleh dan ketaatan yang dikerjakan di dunia.

Topik
Imam Maliktafakkur fiddinWapres ke Lumajang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru