Warga Malang Ditemukan Tewas Mengapung di Bendungan Lahor Blitar

Jan 12, 2022 20:41
Polisi mengevakuasi jenazah Jasmari yang ditemukan tak bernyawa di bendungan Lahor.(Foto : Humas Polres Blitar)
Polisi mengevakuasi jenazah Jasmari yang ditemukan tak bernyawa di bendungan Lahor.(Foto : Humas Polres Blitar)

JATIMTIMES - Ketenangan warga Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar mendadak dikejutkan dengan peristiwa orang meninggal dunia. Dilaporkan seorang warga Kabupaten Malang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengapung di bendungan Lahor, Kecamatan Selorejo, Rabu (12/1/2022).

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban diketahui bernama Jasmari (58) warga Dusun Rekesan, Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Saat pertama kali ditemukan korban dalam kondisi mengapung.

“Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di bendungan Lahor,” kata Kapolsek Selorejo, AKP Eddy Sumartono.

Eddy menambahkan, kronologis penemuan jasad korban bermula saat ada dua orang warga yang sedang memancing. Saat sedang asyik memancing, kedua pemancing tiba-tiba melihat sesosok mayat mengapung. Mayat tersebut memakai kaos berwarna biru.

Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan ke pemerintah desa setempat dan diteruskan ke Polsek Selorejo,” terangnya.

Polsek Selorejo bersama dengan Tim Identifikasi Polres Blitar kemudian menuju lokasi penemuan mayat. Dari hasil identifikasi diperkirakan korban baru saja meninggal dunia. Perkiraan ini diperkuat dengan belum ditemukannya tanda-tanda pembusukan. Pada tubuh korban juga tidak diketemukan luka akibat benda tumpul atau penganiayaan.

“Dari hasil olah TKP kami sempat tidak menemukan adanya identitas. Kami dari kepolisian kemudian menyebarkan foto korban di media sosial. Tak lama kemudian akhirnya kami dihubungi oleh pihak keluarga korban,” imbuh Eddy.

Keterangan yang diperoleh polisi dari pihak keluarga, diketahui dalam beberapa hari terakhir  korban bingung memikirkan istrinya yang masih sakit pasca operasi. Selain itu kedua  orang tua korban juga saat ini sedang mengalami sakit.

“Keterangan yang disampaikan anak korban, korban ini dalam kesehariannya dikenal baik. Dia memiliki sifat pendiam dan tidak mempunyai masalah dengan  orang lain. Kesehariannya hanya berkebun kopi," terangnya.

Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah. Selanjutnya polisi menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Topik
Penemuan Mayatminuman keras ilegalbendungan lahorKabupaten BlitarKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru