Produksi Padi Kabupaten Malang Alami Peningkatan, Ketahanan Pangan Dipastikan Aman

Jan 12, 2022 18:59
Salah satu lahan produktif di Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Salah satu lahan produktif di Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Produktifitas tanaman padi masih mengalami peningkatan sepanjang 2021 lalu. Meskipun pandemi Covid-19 di Kabupaten Malang sempat memuncak, namun ternyata hal itu tidak berdampak langsung pada produktifitas hasil tanaman pangan padi. 

Berdasarkan catatan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, hasil produksi padi di Kabupaten Malang dalam 3 tahun terakhir, tepatnya sejak 2019 sempat mengalami penurunan. Di mana pada 2019 lalu, produksi padi tercatat mencapai 498.582 ton.

Jumlah tersebut sempat menurun di 2020 menjadi 481.000 ton. Kendati mengalami penurunan, jumlah tersebut ternyata masih terdapat surplus sebesar 72.916 ton. Sementara di 2021 lalu, produksi padi kembali meningkat menjadi 503.426 ton. 

"Berarti kan ada peningkatan jumlah produksi (padi). Tentu kalau tingkat konsumsi hemat saya ada peningkatan, namun masih dalam batas normal. Sehingga, masih ada surplusnya," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Dirinya menilai, kondisi pandemi yang terjadi di Kabupaten Malang selama kurang lebih 2 tahun ini secara langsung tidak mengganggu produktifitas hasil pertanian, termasuk tanaman pangan. Hal tersebut lah yang membuat ia menyimpulkan bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Malang dalam kondisi yang prima.

"Secara umum dampak pandemi, kalau produksi (hasil pertanian) tidak terkait langsung dengan pandemi, yang mempengaruhi produksi itu kan, karena virusnya covid-19 tidak menyerang tanaman, menyerang manusianya," terang Agung. 

Kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Malang yang cenderung stabil tersebut, ia perkirakan masih akan terus berlanjut hingga tahun depan. Selama tidak ditemui kondisi-kondisi yang dinilai dapat berdampak secara langsung pada produktifitas pertanian. Seperti cuaca ekstrem.

"Selama tidak ada kondisi-kondisi atau hal-hal yang secara langsung dapat berakibat pada turunnya jumlah produksi tanaman pangan di Kabupaten Malang. Seperti misalnya cuaca ekstrim yang berubah secara tiba-tiba. Semoga tidak ada seperti La Nina," pungkas Agung. 

Topik
PRODUKSI PADIKetahanan PanganKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru