Pria asal Mojokerto Bobol Konter di Lowokwaru, Curi 3 Laptop 15 Handphone

Jan 12, 2022 18:23
Wakapolresta Malang Kota AKBP Deny Heryanto bersama Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat merilis ungkap kasus pencurian dengan pemberatan, Rabu (12/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Wakapolresta Malang Kota AKBP Deny Heryanto bersama Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat merilis ungkap kasus pencurian dengan pemberatan, Rabu (12/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pria berinisial EW (30) asal Kabupaten Mojokerto nekat bobol sebuah konter handphone di Jalan Kertopamuji, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan mencuri tiga unit laptop serta 15 unit handphone. 

Wakapolresta Malang Kota AKBP Deny Heryanto mengatakan, kejadian pembobolan konter handphone merupakan aksi tunggal yang dilakukan EW dan berlangsung pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekitar pukul 01.00 WIB. 

"Pelaku EW melakukan hunting melihat situasi yang kira-kira ada sasaran kejahatan. Setelah itu melewati konter dalam gang melihat toko bisa dimasuki lewat pintun seng samping menggunakan kapak," ungkap Deny saat merilis ungkap kasus, Rabu (12/1/2022). 

Perwira dengan dua melati di pundaknya ini menyampaikan, berdasarkan laporan polisi yang dibuat oleh korban KA dan dukungan Circuit Closed Television (CCTV), jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota bersama Unit Reskrim Polsek Lowokwaru melakukan penyelidikan. 

Kemudian pelaku berhasil ditangkap pada hari Rabu, 5 Januari 2022 di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Kertosentono, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. 

Berdasarkan pengakuan pelaku, sebanyak tiga unit laptop dan 15 unit handphone bekas dari berbagai merek tersebut senilai dengan Rp 17 juta. Namun, pelaku telah menjual semua barang-barang curiannya senilai Rp 1,5 juta.

"Semuanya dijual Rp 1,5 juta di grup-grup facebook, barang-barang tersebut terhitung barang bekas dan rusak, untuk pembeli juga kita lakukan penyelidikan," jelas Deny. 

Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku masih baru pertama kali melakukan pencurian dengan pemberatan di konter handphone. Untuk uang dari hasil penjualan barang curiannya pun digunakan untuk membayar hutang pelaku.

"Pengakuan sementara karena nggak ada pekerjaan tetap, terus punya hutang banyak, akhirnya buat bayar hutang," tutur Deny. 

Sementara itu, jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota berhasil mengamankan barang bukti yang tersisa. Di antaranya uang senilai Rp 63 ribu, satu buah kapak merah, satu dus laptop dan lima dus handphone. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan (curat), ancaman hukuman paling lama tujuh tahun kurungan penjara. 

Topik
Kasus Pencurian di Kota MalangWhatsapp GandaMapolres Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru