Surplus 13 Persen, Ketahanan Pangan di Kabupaten Malang Dalam Kondisi Prima

Jan 11, 2022 19:33
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Malang saat ini mengalami surplus, terutama dari tanaman pangan padi. Bahkan, jumlahnya juga tercatat ada peningkatan sebesar 13,39 persen. Jika dibandingkan dengan 2020, ada surplus sebesar 72.916 ton. Sedangkan di 2021 lalu, surplusnya menjadi 84.149 ton. 

Kondisi tersebut juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Agung Purwanto. Bahkan ia juga dengan yakin menyebut bahwa kondisi pangan di Kabupaten Malang berada di kondisi yang prima.

"Beras makanan pokoknya kan. Jadi kondisi itu sangat bagus. Surplusnya lebih dari 78 ribu ton. Jadi posisi sangat aman," ujar Agung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (11/1/2022).

Kondisi serupa juga terjadi pada tanaman pangan jagung. Bahkan surplus pada tanaman jagung terbilang cukup tinggi. Di mana dari total kebutuhan jagung dalam setahun yang sebesar 73.112 ton, saat ini ketersediaan jagungnya ada sebanyak 327.752.

"Jadi surplusnya lebih banyak lagi. Ada sebanyak 254.640, aman. Cadangan pangan terutama beras, karena jadi kebutuhan pokok, jadi sangat aman," tegas Agung. 

Di sisi lain, Agung menilai bahwa kondisi tersebut bisa diasumsikan bahwa ketersediaan tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Malang hingga 6 bulan ke depan. Apalagi, produksi tanaman padi pada tahun ini juga mengalami peningkatan. 

Selain itu, dirinya juga menilai bahwa jika tingkat produktifitas tanaman pangan di Kabupaten Malang tetap prima seperti ini, maka kondisi serupa juga kemungkinan dapat terjadi lagi pada tahun depan. Selama tidak ada hal-hal yang secara langsung dapat berdampak pada produktifitas tanaman pangan. 

"Seperti misalnya cuaca ekstrem yang berubah secara tiba-tiba. La Nina, jadi ya faktor cuaca. Kalau pandemi Covid-19, cenderung tidak begitu berdampak. Karena virusnya kan yang diserang manusia, bukan tanaman," pungkas Agung.

Topik
Tanaman PanganKetahanan PanganKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru