Selama Dua Tahun, Angka Perceraian di Malang Mencapai 4.592 Perkara

Jan 11, 2022 18:27
Kantor Pengadilan Agama Malang Kelas IA yang berada di Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang, Selasa (11/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Kantor Pengadilan Agama Malang Kelas IA yang berada di Jalan Raden Panji Suroso, Kota Malang, Selasa (11/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam kurun waktu dua tahun berjalan, tepatnya mulai tahun 2020 hingga 2021, Pengadilan Agama (PA) Malang Kelas IA telah memutuskan laporan perkara perceraian sebanyak 4.592 perkara.

Panitera PA Malang Kelas IA Chafidz Syafiuddin mengatakan, sebanyak 4.592 perkara yang diputus tersebut berdasarkan penerimaan laporan yang masuk berjumlah 5.124 perkara. Terdiri dari dua jenis perceraian, yakni cerai talak dan cerai gugat. 

Pada tahun 2020 terdapat 2.450 laporan perkara yang masuk, terdiri dari cerai talak 704 perkara dan cerai gugat 1.746 perkara. Dari laporan perkara yang masuk tersebut, Pengadilan Agama Malang Kelas IA telah memutus cerai talak sebanyak 635 perkara dan cerai gugat 1.600 perkara, dengan total keseluruhan 2.235 perkara yang diputus cerai. 

Sedangkan untuk tahun 2021 terdapat 2.674 laporan perkara yang masuk, terdiri dari cerai talak 700 perkara dan cerai gugat 1.974 perkara. Dari 2.674 laporan perkara yang masuk, Pengadilan Agama Malang Kelas IA memutuskan 2.357 bercerai. Terdiri dari 621 perkara cerai talak dan 1.736 perkara cerai gugat. 

"Cerai gugat itu perceraian yang diajukan istri, kalau cerai talak perceraian yang diajukan suami. Lebih banyak perceraian yang diajukan istri kalau di Jawa Timur," ungkap Chafidz kepada JatimTIMES.com, Selasa (11/1/2022). 

Mantan Panitera Pengadilan Agama Jombang Kelas IB ini menjelaskan, faktor penyebab terjadinya perceraian dalam rumah tangga berdasarkan rekap data selama dua tahun ini mayoritas disebabkan oleh tiga hal yang jumlahnya tertinggi. "Yakni perselisihan terus menerus, ekonomi dan meninggalkan satu pihak," kata Chafidz. 

Pada tahun 2020, faktor penyebab perceraian yakni perselisihan terus menerus berjumlah 1.234 perkara. Kemudian untuk faktor penyebab ekonomi berjumlah 662 perkara, serta untuk faktor meninggalkan satu pihak berjumlah 298 perkara. 

Kemudian di tahun 2021, untuk faktor penyebab perceraian yakni perselisihan terus menerus berjumlah 1.732 perkara, faktor ekonomi 374 perkara dan faktor meninggalkan satu pihak 289 perkara.

Sedangkan faktor-faktor penyebab perceraian lainnya yakni zina, mabuk, mengonsumsi obat-obatan terlarang, judi, dihukum penjara, kekerasan dalam rumah tangga, cacat badan dan murtad. 

"Di pengadilan agama manapun di jawa timur mayoritas masalah hati atau perselisihan terus menerus, ketika nggak bisa dinasehati larinya kesini (Pengadilan Agama), dalam persidangan tetap dinasehati untuk rukun kembali. Tapi kita kembalikan ke para pihak," pungkas Chafidz. 

Topik
operasi pasar mojokertoAngka PerceraianPengadilan Agama Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru