Masyarakat Usia 20-44 Tahun Dominasi Terpapar Covid-19 di Kabupaten Malang

Jan 11, 2022 16:02
Wabup Malang Didik Gatot Subroto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi anak beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa).
Wabup Malang Didik Gatot Subroto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi anak beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengatakan bahwa anak-anak juga memiliki kerawanan untuk terpapar Covid-19. Untuk itulah, vaksinasi bagi anak di rentang usia 6-11 tahun, hingga saat ini masih terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengimbau agar sebisa mungkin semua siswa bisa mengikuti vaksinasi. Hal itu mengingat bahwa anak-anak juga memiliki kerawanan terpapar Covid-19.

Selain agar siswa bisa segera mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dengan aman, vaksinasi anak juga dimaksudkan agar kekebalan komunal atau herd immunity juga semakin meningkat. Dan setidaknya, para orang tua yang mempunyai anak di rentang usia tersebut, bisa memperhatikan hal itu.

"Ini untuk melindungi dirinya sendiri, dari paparan covid, karena paparan covid tidak hanya kepada usia remaja ke atas, tapi juga menyerang kepada anak-anak," tegas Arbani.

Melansir dari laman satgascovid19.malangkab.go.id, Dinkes Kabupaten Malang mencatat bahwa dari total kasus Covid-19, 1,8 persennya terjadi pada anak di rentang usia 5-9 tahun dan sebesar 2,4 persen terjadi pada anak di rentang usia 10-14 tahun.

Itu artinya anak-anak juga mempunyai kerawanan untuk terpapar Covid-19. Meskipun, jika berdasarkan data tersebut, persentase terbesar masyarakat yang terpapar Covid-19 adalah yang ada di rentang usia 20-44 tahun, yakni sebesar 42,9 persen.

Rincian lainnya, 3,7 persen di rentang usia 15-19 tahun, 9,3 persen di rentang usia 55-59 tahun, 16,4 persen di usia di atas 59 tahun dan sebesar 20,5 persen di rentang usia 45-54 tahun.

Di sisi lain, Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa vaksinasi bagi anak dimaksudkan agar imun pada anak-anak menjadi lebih kuat. Terlebih untuk bisa mendukung kekebalan komunal atau Herd Immunity.

Untuk itu, dia meminta agar vaksinasi ini harus terus digencarkan mengingat saat ini virus varian baru Omicron sedang merebak di beberapa negara besar di dunia. Hal tersebut dikarenakan masih ada warga negara yang enggan melakukan vaksinasi.

Saat ini, vaksinasi di Kabupaten Malang sudah mencapai 83,52 persen. Rinciannya sudah ada sebanyak 1.735.864 jiwa yang telah divaksin dosis pertama, dan ada sebanyak 9.123 yang telah divaksin hingga dosis ketiga. Sementara itu, capaian vaksinasi lansia hingga saat ini sudah mencapai 61,42 persen untuk dosis pertama.

Sedangkan vaksinasi anak sudah mencapai 68,39 persen dosis pertama. Khusus untuk vaksinasi anak, Pemkab Malang menargetkan bisa mencapai 85 persen pada akhir bulan Januari 2022 ini.

Topik
komunitas vespa tulungagungpasien tb menurunvaksinasi kabupaten malangpenambangan gunung tembok

Berita Lainnya

Berita

Terbaru