Pasca-Banjir Bandang, Petani Desa Giripurno Gotong Royong Pulihkan Lahan

Jan 11, 2022 15:46
Relawan dari berbagai instansi dan petani melakukan pemulihan lahan di Jurang Susuh, Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Selasa (11/1/2022).
Relawan dari berbagai instansi dan petani melakukan pemulihan lahan di Jurang Susuh, Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Selasa (11/1/2022).

JATIMTIMES - Pasca banjir bandang 4 November 2021 silam memang menjadi duka mendalam khususnya bagi warga di lima Desa Kecamatan Bumiaji. Namun warga kini mulai bangkit kembali, seperti dengan melakukan pemulihan lahan di Jurang Susuh, Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Selasa (11/1/2022).

Pemulihan lahan pertanian diawali dengan para petani mulai bergotongroyong menata lahan yang ada di Jurang Susuh, Dusun Sawahan, Desa Giripurno. Saat bencana itu terjadi banjir bandang menyapu habis lahan yang ada di sana.

Selain pemulihan lahan, kegiatan ini juga dilakukan dengan memberikan bantuan sosial berupa paket sembako, bantuan stimulus perbaikan lahan berupa saprodi, peralatan, dan K3 pertanian serta bantuan stimulus pemulihan lahan pertanian kepada para petani.

Kegiatan ini melibatkan beberapa instansi seperti Pemerintah Desa Giripurno, PDAM Kota Malang, Gapoktan Sumber Urip, Penggerak PKK Kota Batu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Dinas Sosial Kota Batu, BPBD Kota Batu, Bank Jatim Cabang Bumiaji, IPNU Kota Batu, Aliansi Mahasiswa Malang Raya, Penyuluh Pertanian Kota Batu, Pendamping Petani Kota Batu, dan sebagainya.

Pemilik Lahan, Sunaryo mengatakan, dengan gotong royong memperbaiki lahan ini sangat membantu petani untuk semangat bertani. Ya dengan kegiatan bertajuk Gerakan Sosial Pemulihan Lahan Petani Terdampak Banjir Bandang Kota Batu sangat terbantu.

"Saya sangat berterima kasih kepada tim Tajuk Tani Official dan donatur serta relawan diadakannya kegiatan ini karena sangat membantu petani yang lahannya terdampak banjir kemarin," ungkap Sunaryo.

Sunaryo merasa terbantu dengan kegiatan dan bantuan ini sebab lahan 1.100 meter persegi rusak parah. Pada saat itu Sunaryo akan panen sayur selada, lantaran diluluhlantahkan banjir bandang jadi merugi.

Untuk mengantisipasi hal serupa, lahan milik Sunaryo bakal dibangunkan sebuah tanggul agar lahannya lebih aman. “Lahan saya parah habis tanaman saya saat itu, padahal mau panen. Dengan panen ini saya jadi semangat lagi bertani,” ujar Sunaryo.

Sementara itu Kepala Desa Giripurno Sunarto menambahkan, pasca banjir bandang ada 29 titik bidang tanah yang terdampak. Banyak juga dari mereka akan melangsungkan panen, namun pasca banjir bandang harus merugi.

“Pasca banjir bandang sangat merugi, sehingga dengan bantuan ini membantu kehidupan di bidang pertanian, dan petani kembali semangat bertani,” ujar Sunarto.

Topik
banjir bandangatlet kabupaten gresikasesor ban pt

Berita Lainnya

Berita

Terbaru