Desanya Jadi Langganan Banjir, Kades Kutorenon Ngantor di Sungai 

Jan 11, 2022 15:43
Kades Kutorenon (kaos hitam) bersama Ketua BPD dan Tokoh Masyarakat Kutorenon saat istirahat usai Kerja Bakti (foto: Teguh Eko Januari/JatimTimes)
Kades Kutorenon (kaos hitam) bersama Ketua BPD dan Tokoh Masyarakat Kutorenon saat istirahat usai Kerja Bakti (foto: Teguh Eko Januari/JatimTimes)

JATIMTIMES - Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang setiap musim hujan menjadi langganan banjir. Akhir tahun 2021 kemarin saja  ada 3 kali banjir yang terhitung berskala besar. 

Tidak hanya hujan di daerah Kutorenon saja yang membuat banjir, hujan di wilayah atas seperti wilayah Kecamatan Gucialit dan Kecamatan Senduro juga membuat cemas warga Kutorenon, masalahnya hujan di wilayah atas tersebut airnya menuju ke kali Curah Menjangan yang ada di Desa Kutorenon.

Menjadi daerah yang selalu dilanda banjir saat hujan deras, membuat Kepala Desa (Kades) Kutorenon H. Faisal Rizal menjadi salah satu kades yang super sibuk di kala hujan turun.

JatimTimes yang mencoba menemuinya di Kantor Desa Kutorenon mendapat informasi dari stafnya bahwa yang bersangkutan sedang berada di kali Curah Menjangan. “Pak Inggi (Kades) sedang ritual di pinggir kali,” gurau Eko Romadhon warga yang berdomisili di sekitar kali Curah Menjangan Kutorenon. 

Saat ditemui ternyata Kades Faisal sedang memasang pancang bambu di plengsengan kali. “Bulan-bulan ini kami harus kerja bakti dua kali dalam seminggu, mitigasi membenahi plengsengan kali,” ujarnya.  

“Kalau menunggu normalisasi sungai dari pemerintah propinsi, ya keburu habis kesabaran warga saya,” sambungnya.

Saat ini plengsengan kali Curah Menjangan banyak yang jebol tergerus derasnya air hujan sehingga air sungai meluap hingga ke jalan-jalan dan rumah warga. Belum lagi puluhan rumpun bambu yang yang menyumbat aliran sungai yang harus segera diangkat.

“Musim hujan begini mohon dimaklumi jika saya lebih banyak ngurusi banjir, ngantornya banyak di lapangan, maaf saya tidak sempat memakai seragam,” tutur Faisal.   

Ketika ditanya dari mana anggaran untuk pekerjaan mitigasi Kali Curah Menjangan tersebut, sambil senyum Faisal mengaku banyak mengambil dari kantongnya sendiri.

Faisal juga mengaku waktunya habis dilapangan bahkan ponselnya tak henti berdering menerima laporan warga jika musim hujan seperti saat ini. “Kebetulan hari ini ada pihak pengairan yang membantu, pada hari efektif seperti ini tidak banyak warga yang turut kerja bhakti sehingga kami harus membayar pekerja,” pungkasnya.

Topik
Berita Lumajangfaisal rizalngantor di sungainormalisasi sungai menjangan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru