Kemendikbudristek RI Siap Tandem Anggaran dengan Industri yang Gandeng Sekolah

Jan 11, 2022 15:35
Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto saat memberikan sosialisasi SMK PK di SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto saat memberikan sosialisasi SMK PK di SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Program SMK Pusat Keunggulan (PK) dari Kemendikbudristek RI dapat dimanfaatkan dengan baik oleh SMK yang ada di Indonesia. Karena banyak sekali keunggulan yang bisa didapatkan oleh sekolah melalui program tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto menjelaskan bahwa program SMK PK sangat bagus untuk kemajuan sekolah khususnya SMK yang ada di Indonesia. Hal itu agar sekolah tidak hanya mengandalkan anggaran dari Kemendikbudristek.

“Jadi bagaimana melalui SMK PK 2022 bisa menarik anggaran industri, agar tidak saja mengandalkan anggaran Kemendikbudristek. Bagaimana dibiayai oleh industri, jadi sekolah juga harus bisa meyakinkan industri tersebut,” kata Wikan saat hadir di SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo.

Dalam hal ini, nantinya Kemendikbudristek dapat menandemkan anggaran yang dikeluarkan oleh industri. Hal tersebut bisa menjadi kesempatan yang bagus bagi sekolah yang ingin mengembangkan diri, mulai dari SDM hingga perangkat yang dimiliki.

“Bila SMK ini bisa meyakinkan industri, kami akan tambah juga. Tapi kepala SMK dan guru harus bisa meyakinkan industri untuk menganggarkan X rupiah. Contohnya, jika industri menganggarkan Rp 1 miliar, maka kami juga akan memberikan Rp 1 miliar,” terang Wikan.

Sebelumnya, Wikan sangat setuju dengan penyampai dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jawa Timur (Jatim) Wachid Wahyudi yang menyebut bahwa pada perkembangan zaman saat ini, SMK harus bisa mencetak juragan, bukan hanya mencetak lulusan sebagai karyawan. Hal tersebut juga mendorong kepala SMK negeri maupun swasta agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran. “Saya sepakat dengan pak kadis (Pendidikan Jatim), kita tidak akan sukses jika hanya menciptakan tukang,” kata Wikan.

Sementara itu, Wikan juga menegaskan saat ini SMK telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dari 901 SMK PK, telah ada 800 lebih sekolah yang siap bersanding dengan industri.

“Yang membuat SMK itu maju, dan pendaftaran melonjak tinggi, itu bukan karena kami kirim anggaran untuk bikin gedung dan beli alat. Tapi lebih pada kapala SMK, guru, link and match dan kurikulum yang ada didalamnya,” tukas Wikan.

Topik
SMKdesa kutorenonKemendikbudInovasi adminduk

Berita Lainnya

Berita

Terbaru