Harga Minyak Goreng di Kota Malang Belum Stabil

Jan 11, 2022 12:20
Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto: Source google).
Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto: Source google).

JATIMTIMES - Awal tahun 2022 ini, harga minyak goreng di Kota Malang belum juga stabil. Meski perlahan mulai turun,  harga pasar masih belum sepenuhnya dianggap normal.

Hingga saat ini, harga minyak goreng di angka Rp 18 ribu per liter. Sejatinya, harga ini sudah berlangsung sejak November 2021 lalu. Karena itu, rencana adanya subsidi minyak goreng dengan harga murah dari pemerintah pusat dalam waktu dekat amat diharapkan oleh para ibu rumah tangga.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang M. Sailendra mengatakan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga tengah menantikan realisasi subsidi minyak goreng. Dalam hal ini, pihaknya juga bersiap untuk menggelar pasar murah bila realisasi subsidi terlaksana.

Pasar murah ini rencananya bakal menyasar ke kalangan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner. "Kita masih menunggu. Sekiranya ada subsidi, kita usulkan ada pasar murah di lingkungan masyarakat berpenghasilan rendah dan UMKM atau PKL yang bergerak di usaha kuliner," ujarnya.

Diakui Sailendra, tingginya harga minyak goreng sampai saat ini karena masih adanya ekspor ke luar negeri. Nantinya, jika subsidi minyak goreng terealisasi, masyarakat diimbau agar tidak melakukan panic buying.

Pihaknya akan memastikan, stok minyak goreng aman di pasaran. "Tetap beli secukupnya saja. Pedagang juga jangan ada penimbunan karena pemerintah akan melakukan operasi pasar," ucapnya.

Kabar akan adanya subsidi ini disambut baik oleh pedagang di pasar rakyat dan masyarakat umum. Di Pasar Bareng misalnya, hingga kini pedagang juga masih mematok harga minyak goreng Rp 18 ribu per liter. Hal itu karena suplai dari produsen terbilang tinggi.

Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Bareng, Siti Khotimah. Menurut dia, harga minyak belum bisa stabil sembari menunggu janji subsidi minyak goreng dari pemerintah sebesar Rp 14 ribu per liter.

Jika harga kembali normal, Siti optimistid permintaan terhadap minyak goreng kembali normal. "Kami juga nunggu saja. Kasihan pembeli yang datang saat ini. Belinya juga pikir-pikir," katanya.

Sementara, salah seorang warga, Yustanti, berharap rencana pemerintah pusat menyubsidi minyak goreng di harga Rp 14 ribu bisa segera terealisasi. Sebab, dengan harga saat ini dinilai cukup menguras kantong.

Apalagi, beberapa harga komoditas lainnya sudah berangsur normal. Misalnya telur, cabari rawit, hingga daging ayam potong.

"Mudah-mudahan segera terealisasi subsidi pemerintah ini. Karena harga bahan pokok lain saja sudah turun, ini masih segini. Kalau seperti ini (Rp 18 ribu) terus, ya cukup menguras dompet saya," ungkapnya.

Topik
serda diyut subandriyaDskooindagPemkot MalangDiskopindag Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru