Ikut Sosialisasi Dirjen Vokasi Kemendikbudristek, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Pacu Diri Jadi Lebih Unggul

Jan 10, 2022 19:38
Suasana sosialisasi SMK Pusat Keunggulan dari Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Suasana sosialisasi SMK Pusat Keunggulan dari Dirjen Vokasi Kemendikbudristek RI (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Sunan Ampel (NUSA) Poncokusumo akan memacu diri sebagai sekolah vokasi yang unggul dan dapat menjawab tantangan perkembangan zaman.

Untuk menjadi sekolah yang unggul, SMK NUSA Poncokusumo yang bertindak sebagai tuan rumah juga mengikuti sosialisasi yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI, Senin (10/1/2022) siang.

Dalam kegiatan tersebut, setidaknya ada 243 Kepala SMK di Jawa Timur di bawah naungan LP Maarif dan Pondok Pesantren yang menjadi peserta dalam sosialisasi.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri langsung Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI, Wikan Sakarinto hingga Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur, Wachid Wahyudi.

Dalam paparannya, Kemendikbudristek merencanakan adanya review beberapa program studi (Prodi) SMK yang dinilai harus memahami perkembangan zaman. Di antaranya jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Keuangan dan Akuntansi, serta otomotif roda dua.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa SMK harus aktif membaca perkembangan zaman yang semakin maju. Sebab, mereka dituntut untuk dapat menampilkan keterampilan-keterampilan yang dinilai mampu untuk bidang industri.

“Butuh penyesuaian-penyesuaian, ada jurusan yang harus direview karena adanya tendensi pasar, banyak jurusan yang lulusannya sudah melimpah. Maka permintaan pasarnya berkurang, harus kita pikirkan karena dunia terus berubah agar kita vokasi bisa bersaing,” ujar Wikan.

Para peserta sosialisasi yang terdiri dari SMK NU di Jatim (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Bukan hanya kepada masyarakat, Wikan juga menekankan kepada pendidik tentang pentingnya perubahan teknologi. Termasuk di antaranya menyiapkan tenaga pendidik yang juga mampu beradaptasi memberikan pendidikan praktik yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pasar wirausaha era saat ini.

Program SMK Pusat Keunggulan (PK) yang juga diperuntukkan bagi SMK Swasta NU bakal memicu kemajuan itu dengan berbagai bantuan dan pembinaan. Termasuk nantinya jika ada bantuan dari industri dan Kemendikbudristek.

Dalam hal ini Wikan pun berharap lembaga pendidikan juga harus menerima konsekuensi jika diajukan dan terpilih dalam program SMK PK harus memenuhi target-target yang ditetapkan.

“Kita sepakati bersama bahwa yang membuat maju, bukan karena dibantu anggaran saja, pada guru dan kepala sekolah harus bangun link and match nya, penyesuaian kurikulumnya, dan teaching factorynya,” tegas Wikan.

Kedepannya beberapa jurusan yang dinilai sudah melimpah dengan SDM nya akan ditinjau dan mengalami penyesuaian. Sebab, pihaknya diprediksi tidak akan menyetujui jurusan yang nantinya produk SDM nya tidak laku pada dunia industri.

“Bisa dengan menggabungkan ke jurusan lain, atau bentuk perubahan lain. SMK harus mampu memancing industri untuk masuk dan memberikan kepercayaan kerja sama dan bantuan, dari sana kita bisa melihat kebutuhan industri bisa dijawab pendidikan vokasi,” tambah Wikan.

Masih dalam ruang lingkup sosialisasi tersebut, Kadisdik Provinsi Jawa Timur, Wachid Wahyudi mengatakan bahwa pendidikan vokasi di Jatim hasilnya mengalami peningkatan. Dari data yang ia bawa, SMK Negeri di Jatim diketahui ada 14 persen dari 2.146 SMK. Dari situ ia menilai peluang SMK bisa bersaing di Industri dan wirausaha digital sangat terbuka. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan kemauan dari kepala SMK dan tenaga pendidik.

“Pendidikan vokasi Jatim tidak hanya bertekad menciptakan calon karyawan tapi juga calon juragan. Karena idenya itu yang mahal. Artinya mampu menjadi tenaga yang terampil dan juga siap pula berwirausaha,” tutur Wahid.

Salah satu booth dari murid SMK NU Sunan Ampel (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

Dengan begitu, mantan Pjs Wali Kota Malang itu berharap agar semakin banyak siswa hebat bermunculan dari SMK di Jawa Timur. Apalagi yang muncul dari SMK di LP Ma'arif yang menurutnya tidak boleh kalah dengan SMK Negeri.

“Apabila ada perusahaan yang berskala nasional atau internasional, yang berani merekrut siswa sebelum lulus, saya sampaikan silahkan izinkan dan beri apresiasi. Intinya, SMK tidak hanya memproduksi karyawan perusahaan tapi juga memproduksi calon juragan,” harap Wachid.

Sebagai tuan rumah SMK NUSA Poncokusumo berharap bisa menjadi SMK unggul yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Kepala SMK NUSA Poncokusumo, Abdul Mujib Syadzili menyampaikan bahwa dengan adanya sosialisasi tersebut dirasa bisa memberikan dampak positif terutama wawasan pada seluruh kepala sekolah yang hadir. Salah satunya yakni dalam mengakses Program SMK PK.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Mujib itu, hal ini merupakan kesempatan bagi semua SMK NU di Jatim. Karena ketika program bisa ditangkap baik maka akan menghasilkan prestasi positif kedepannya. Termasuk bagi sekolah yang dipimpinnya yakni SMK NUSA Poncokusumo.

“Program ini adalah jangka pendek, artinya harus segera dilakukan. Maka akan segera ditindaklanjuti oleh sekolah-sekolah,” ucap Gus Mujib.

Gus Mujib pun menuturkan, dengan adanya program SMK PK itu diharapkan sekolah-sekolah dapat membangun dan mendukung pengembangan SMK mulai dari kepala sekolah, guru, dan seluruh pendukung penyelenggaraan sekolah. “Sehingga semuanya berkolaborasi membangun sebuah kesepahaman dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan di SMK itu sendiri,” tutup Gus Mujib.

Topik
sekolah vokasi jatimsekolah vokasipendidikan vokasiefisiensi tenaga kontrakBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru