Sempat Tertinggi, Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Malang Menurun

Jan 09, 2022 18:37
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang semakin menunjukkan trend positif. Dilansir dari akun twitter resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur @JatimPemprov, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang hanya tinggal 8 kasus. Jumlahnya sama dengan Kota Surabaya yang juga tercatat ada 8 kasus aktif.

Kemudian disusul oleh Kabupaten Pasuruan dengan jumlah 7 kasus aktif, Kabupaten Sidoarjo 6 kasus dan Banyuwangi, Tulungagung dan Magetan masing-masing 5 kasus aktif Covid-19. 

Setidaknya, kabar turunnya kasus aktif di Kabupaten Malang menjadi kabar baik. Sebab sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun Pemprov Jawa Timur, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang sempat menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. 

Bahkan pada 3 Januari 2021 lalu, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang mencapai 29 kasus. Dan dengan jumlah tersebut, saat itu Kabupaten Malang memuncaki peringkat tertinggi kasus aktif Covid-19. 

Menyikapi angka kasus aktif Covid-19 yang sempat tertinggi di Jatim, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengaku bahwa hal itu juga menjadi bukti jika hingga saat ini, penanganan Covid-19 masih terus dilakukan di Kabupaten Malang. Terutama untuk mengantisipasi agar virus ini tidak semakin menyebar. 

"Iya itu kan karena memang kami masih melakukan penanganan. Sehingga yang terindikasi atau yang positif akhirnya bisa terdeteksi, diketahui dan juga mendapat penanganan," ujar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi kepada JatimTIMES.

Selain itu menurutnya, bukan upaya dalam penanganan saja yang dinilai sukses dilakukan. Namun juga upaya yang dilakukan untuk pencegahan juga dinilai berhasil. Seperti sosialisasi kepada masyarakat. 

"Ada beberapa masyarakat itu yang datang sendiri ke Puskesmas atau ke rumah sakit," imbuh Fuad. 

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, bahwa masyarakat diharapkan agar tetap bisa antisipatif. Seperti tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Termasuk kepada masyarakat yang masih positif, diharapkan bisa tetap disiplin dalam menjalani perawatan. 

"Kemudian bagi yang bergejala, sedianya masuk di ruang isolasi. Dan yang tidak bergejala, bisa diisolasi mandiri," terang Didik.

Menurut Didik, tracing dan tracking menjadi penting untuk dilakukan. Hal itu mengetahui rekam jejak atau kemungkinan adanya jalur penularan kepada pasien yang bersangkutan. Tentunya agar kasus Covid-19 yang ada saat ini tidak semakin meluas. 

"Ya tujuannya agar bisa lebih antisipatif, agar bagaimana proses penularan itu tidak berkembang kembali. Terlebih dengan omicron," imbuh Didik. 

Topik
covid 19 kabupaten malanghari keluarga nasional ke 28Pertashop di Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru