Lestarikan Alam, SMPN 1 Kota Batu Canangkan Program Satu Siswa Tanaman

Jan 09, 2022 15:28
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melakukan penanaman pohon di area Pemandian Air Panas Cangar. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melakukan penanaman pohon di area Pemandian Air Panas Cangar. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Gerakan satu nama satu pohon terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Batu. Kini, gerakan tersebut mulai menyasar kalangan pelajar di Kota Batu, melalui program satu siswa satu tanaman.

“Program satu siswa satu tanaman pertama dicanangkan di SMPN 1 Kota Batu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan. 

Gerakan tersebut pun disambut antusias, karena saat ini SMPN 1 Kota Batu tengah mencanangkan Sekolah Adiwiyata berbasis lingkungan.

"Kami sangat mengapresiasi upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh SMP negeri 1 Batu yang melakukan kegiatan 1 Siswa 1 Tanaman. Dengan berkolaborasi yang kuat kita optimis kelestarian alam di Kota Wisata Batu akan tetap terjaga dan terlindungi,” tambah Aries.

Sebelum menyasar kepada siswa yang ada di SMPN 1 Kota Batu, gerakan cinta alam tersebut terlebih dahulu sudah dipraktikkan oleh para guru sejak Juli 2021 lalu. Kemudian pada pekan depan bakal diterapkan pada siswa SMPN 1 Kota Batu.

Program 1 siswa 1 tanaman adalah salah satu kontribusi warga sekolah dalam pelestarian lingkungan. Setiap siswa memulai dari pembibitan, penanaman, perawatan sampai tanaman itu dapat tumbuh dengan baik.

Praktiknya, setiap siswa di sana diminta untuk mengembangkan bibit tanaman dari sekolah. Di mana setiap kelas dibagi menjadi delapan kelompok. Masing-masing kelompoknya terdiri dari empat siswa. Kemudian siswa cukup menyiapkan pot dan media. Seperti tanah atau pupuk.

Sedangkan bibit telah disediakan oleh pihak sekolah, dan satu kelompoknya diberi satu bibit. “Dari satu bibit tersebut dikembangkan oleh kelompok yang nantinya bisa berkembang menjadi empat bibit untuk setiap anggota kelompok,” jelas Kepala SMPN 1 Batu, Tatik Ismiati.

Tanaman yang dikembangkan merupakan tanaman mudah berkembang, terjangkau, dan mudah pemeliharaannya. Misalnya tanaman keladi dan srigading.

Tatik menambahkan, dengan program ini ingin mengajak siswa peduli lingkungan. Dengan demikian nantinya memiliki rasa merawat lingkungan sekitarnya.

“Peduli lingkungan memang perlu diterapkan mulai sejak dini,” ungkap Tatik. 

Melalui program ini, nantinya akan berkembang ke bidang kewirausahaan. Seperti mengembangkan usaha tanaman hias.

“Ke depan bukan hanya sekadar menanam selesai. Tapi kalau bisa berkembang hingga tahap itu maka dapat membantu mensejahterakan warga sekitar,” tambah Tatik.

Topik
Peduli Lingkunganfestival difabel megilanKota BatuSMPN 1 Kota Batuberita kota batuBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru