Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang Diusulkan Ada Car Free Night, Legislatif: Lebih Ditata

Jan 09, 2022 12:12
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman (tiga dari kanan) saat sharing bersama warga di kawasan tersebut. (Foto: Istimewa).
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman (tiga dari kanan) saat sharing bersama warga di kawasan tersebut. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Wajah baru kawasan Kayutangan Heritage nampaknya mulai menarik perhatian berbagai kalangan. Setelah sebelumnya dipercantik dengan lampu klasik dan kursi-kursi di pedestrian, kini kawasan yang digadang-gadang sebagai destinasi wisata heritage di Kota Apel tersebut sudah diwarnai dengan atraksi seni dan budaya.

Sebagai langkah percobaan, sederet seniman di Kota Malang menunjukkan keindahan seni kota dingin ini di beberapa sudut Kayutangan Heritage. Alunan musik khas menjadi daya tarik para wisatawan dan masyarakat yang tengah menikmati keindahan malam Kayutangan Heritage.

Nuansa baru itu pun diapresiasi Anggota DPRD Kota Malang Fraksi PKS Ahmad Fuad Rahman, yang memang sempat melihat dan memantau suasana Kayutangan Heritage di hari pertama suguhan atraksi seni dan budaya bagi wisawatan. Meski begitu, Fuad memberikan catatan bagi Pemerintah Kota Malang agar kawasan tersebut lebih kental sebagai salah satu ikon sejarah di Malang.

"Kami mengapresiasi adanya Kayutangan Heritage, tapi alangkah baiknya disiapkan dan dikelola dengan baik. Karena ini akan menjadi ikon Kota Malang," katanya, Minggu (9/1/2022).

Dalam hal ini, pihaknya mendorong Pemkot Malang untuk memiliki kelompok Pengelola Pengembangan Kayutangan Heritage. Sehingga, ke depannya, dengan adanya forum tersebut suasana destinasi wisata sejarah ini dinilai lebih tertata dengan optimal.

"Forum pengembangan Kayutangan ini terdiri dari eksekutif, legislatif, pengusaha, pegiat seni dan lainnya. Mereka tentu di bawah komando pak wali (Wali Kota Malang Sutiaji), nah mau diapain nih Kayutangan. Termasuk dihadirkannya ornamen-ornamen di sana harus detail, karena Kayutangan harus terkesan Malangnya. Ini kan masih terkesan seperti Malioboro di sana," ungkap Fuad.

Politisi PKS ini menyebut, dengan adanya kelompok pengelolaan ini bakal memunculkan berbagai inovasi kegiatan di area Kayutangan Heritage. Sehingga, tidak hanya sekedar menghadirkan penampilan para komunitas seni dan budaya saja.

Salah satu usulannya, menurut Fuad, ke depan kawasan ini juga bakal menyuguhkan Kayutangan Car Free Night yang bisa dinikmati semua masyarakat ataupun wisatawan yang datang ke Kota Malang. Dengan begitu, nuansa heritage di sepanjang Kayutangan dinilai akan lebih terlihat.

"Misalnya dibuat sabtu malam minggu, Kayutangan Car Free Night. Nanti itu konsepnya bisa dimatangkan oleh teman-teman pegiat itu. Ke depan, juga pertokoan di sana wajib hidup, harus jualan. Tentunya dengan khas, sajian tempo dulu, jualan kulinernya dan lainnya. Sehingga, detail ngurusin Kayutangan itu," pungkasnya.

Topik
Wisata heritageKota MalangKayutangan HeritageDPRD Kota MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru