60 Persen Pria Jepang Lebih Nyaman Kencing sambil Duduk

Jan 09, 2022 09:01
Ilustrasi pria kencing (pixabay)
Ilustrasi pria kencing (pixabay)

JATIMTIMES - Lebih dari 60 persen pria di Jepang mengaku nyaman buang air kecil di toilet dengan posisi duduk. Keadaan ini pun terus meningkat sejak 90-an. Hal ini pun menjadi begitu umum di kalangan pria Jepang seperti halnya dikutip dari Oddity Central.

Bahkan karena begitu umum, sampai terdapat istilah yaitu 'suwari-shon', plesetan dari kata-kata Jepang 'suwari' yang berarti duduk, dan 'shonben' yang berarti air seni. 

Survei pernah dilakukan pada tahun 2007. Saat itu, 40 persen pria Jepang mengaku sebagai Suwari Shin. 2009, terdapat penelitian di mana tren ini begitu populer dari pusat kota, seperti Tokyo, pada kalangan pria berusia 25 hingga 35 tahun.

Kemudian, terdapat survei terbaru yang dilakukan oleh produsen perlengkapan mandi Jepang, dimana menunjukkan angka 60,9 persen pria lebih menyukai kencing sambil duduk.

Hasil itu diperoleh dari 1.500 responden dengan rentang usai 20 hingga 60 tahun. Dari total responden itu, 49 persen mengatakan telah beralih dari toilet berdiri ketika kencing ke toilet duduk. Kemudian 11,9 persen mengatakan, mereka telah kencing sambil duduk untuk waktu yang lama.

Alasan dari pira Jepang yang lebih memilih untuk kencing dengan duduk, lantaran kekacauan yang disebabkan oleh percikan-percikan air seni jika melakukan kencing dengan berdiri.  Namun bukan hanya itu saja, kenyamanan duduk di toilet sembari bermain ponsel juga menjadi salah satu alasan beberapa responden.

Fisikawan juga telah menemukan bahwa, kencing berdiri secara signifikan meningkatkan kecepatan aliran dan potensi backsplash, yang menyebabkan kamar mandi tidak higienis dan lebih banyak bakteri.

Dikutip dari Fatherly, kencing sembari duduk khususnya untuk para pria juga memiliki manfaat kesehatan serta kebersihan. Untuk mereka yang berusia lanjut, terlebih lagi dengan masalah prostat, kencing dengan duduk dapat membantu mengosongkan kandung kemih lebih efektif. Selain itu, hal ini juga mengurangi resiko komplikasi kesehatan.

"Pria mungkin mulai kencing sambil duduk jika prostat mereka besar dan mereka perlu membantu mengendurkan otot-otot panggul dalam upaya membantu mendorong keluarnya urine," kata Jamin Brahmbhatt, MD, seorang ahli urologi dan profesor di University of Central Florida College of Medicine.

Sedangkan, mereka yang berusia muda, di mana kondisi lebih sehat dan bugar, kencing sambil duduk mungkin tidak akan memberikan manfaat apa pun pada prostat mereka. Akan tetapi, hal tersebut menjadi sebuah pilihan untuk menjaga kebersihan.

Topik
jepangadi satryocara kencing yang benarkencing sambil duduk

Berita Lainnya

Berita

Terbaru