Kabupaten Malang Catat 6.335 Janda Baru, Perceraian Tertinggi Dipicu Suami Nganggur akibat Pandemi Covid-19

Jan 08, 2022 09:56
Ilustrasi perceraian.(Foto: Istimewa).
Ilustrasi perceraian.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Kantor Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang mencatat ada tren kenaikan pada kasus atau perkara perceraian di tahun 2021 lalu. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi perkara cerai tersebut. 

Setidaknya ada 3 alasan yang paling banyak ditemui yang melatarbelakangi perkara perceraian tersebut. Yang pertama adalah faktor ekonomi, pertengkaran secara terus menerus dan hadirnya orang ketiga dalam sebuah rumah tangga atau perselingkuhan. 

"Yang paling sering ditemui (alasan) oleh majelis hakim saat persidangan itu adalah faktor ekonomi," ujar Humas PA Kabupaten Malang, M. Choirul.

Berdasarkan catatan dan laporan yang ia terima, dari ketiga faktor tersebut, ekonomi menjadi alasan yang paling banyak ditemui dalam setiap laporan soal perceraian yang masuk. "Itu yang paling tinggi (alasan ekonomi). Ada yang nafkahnya diberikan oleh suami ini kurang, bahkan juga ada yang tidak diberi nafkah sama sekali," imbuh Choirul.

Terlebih menurutnya, perkara perceraian dengan alasan ekonomi, semakin banyak ditemui saat pandemi Covid-19 berapa pada aktivitasnya yang meningkat beberapa waktu lalu. 

"Setiap (perkara) masuk itu, yang banyak ditemui karena ekonomi disebabkan suaminya menganggur. Karena Covid-19, suami ternyata banyak yang menganggur," pungkas Choirul. 

Sementara itu, sebagai informasi pada tahun 2021 lalu, PA Kabupaten Malang total menerima pengajuan perkara cerai sebanyak 7.179 dengan rincian 5.085 perkara cerai gugat dan 2.094 cerai talak. Dari total tersebut, adanya sebanyak 6.335 perkara yang telah diputus.

Meskipun tidak begitu signifikan, jumlah tersebut cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan jumlah perkara serupa di tahun 2020. Di mana ada sebanyak 7.050 perkara yang diterima. Dengan rincian 4.980 perkara cerai gugat dan sebanyak 2.070 cerai talak. 

Sedangkan dari jumlah pengajuan perkara yang diterima tersebut, ada sebanyak 6.332 perkara yang telah diputus. Rinciannya, 1.824 perkara cerai talak dan ada sebanyak 4.508 perkara cerai gugat yang diputus oleh PA Kabupaten Malang. 

Topik
KASUS PERCERAIANPengadilan Agama Kabupaten Malangnganggur picu perceraiansebab perceraiankawasan hutan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru