Berkas Rampung, Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Lahan SMAN 3 Kota Batu Segera Disidangkan

Jan 07, 2022 18:11
Para tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait dengan pengadaan tanah pembangunan SMAN 3 Kota Batu (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES).
Para tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait dengan pengadaan tanah pembangunan SMAN 3 Kota Batu (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES).

JATIMTIMES - Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah pembangunan SMAN 3 Kota Batu telah dirampungkan. Hal tersebut telah dipastikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Batu. 

Jaksa penyidik Kejari Batu pun segera menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti kepada JPU. “Setelah ini akan mempersiapkan administrasi pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Batu, Edy Sutomo.

Sebelumnya, dua tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait dengan pengadaan tanah pembangunan SMAN 3 Kota Batu mendekam di  Lapas kelas 1 Kota Malang sejak, Kamis (23/9/2021). Karena itu, salah satu tersangka ES melalui Kuasa Hukumnya Sentot Yusuf Patrikha, mengajukan gugatan atau permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Malang.

ES mengajukan gugatan dengan alasan penetapan tersangka pada dirinya tidak sah. “Tindakan penahanan yang dilakukan Penyidik Kejaksaan Negeri Batu atas diri tersangka ES juga tidak sah, serta minta untuk dibatalkan, sebagaimana gugatan/permohonan Praperadilan register No. 2/Pid.Pra/2021/PN.Mlg tanggal 29 September 2021,” tambah Edy.

Terhadap permohonan Praperadilan tersangka ES tersebut, Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Batu telah memberikan jawaban dan membuktikan didepan persidangan bahwa tindakan penetapan tersangka ES dan penahanan terhadap ES sudah sah. Itu juga sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Setalah proses persidangan praperadilan berjalan, akhirnya pada Senin (18/10/2021) hakim tunggal yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut menjatuhkan putusan. Putusan yang diambil adalah menolak seluruh permohonan ES dalam gugatannya.

“Dan menyatakan bahwa penetapan tersangka ES dan penahanan tersangka ES adalah sah menurut hukum,” imbuh Edy. 

Dalam pertimbangan hukumnya, hakim telah menimbang, hingga penetapan pemohon sebagai tersangka sudah benar dan tepat sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Karena telah ada bukti permulaan yang cukup,” terang Edy. 

Dasar penahanan kepada pemohon sebagaimana Surat Perintah Penahanan No. PRINT-02/M.5.44/Fd.1/09/2021 tanggal 23 September 2021 juga sudah benar dan lengkap, sebagaimana uraian di atas, maka tindakan penahanan yang dilakukan oleh penyidik telah sah menurut hukum.

Sedangkan, ES dan NIS telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu dalam kasus dugaan mark up pengadaan lahan SMAN Negeri Kota Batu. Dalam kasus ini diduga mereka telah merugikan keuangan negara mencapai Rp 4,080 miliar.

Edi Setiawan (ES) dan Nanang Istiawan (NIS) keduanya merupakan warga Kota Malang. Ternyata ES  sebelumnya pernah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2017 silam.

Topik
Kasus Korupsikekeringan bondowosoKota Batuberita kota batuBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru