Kasus Pengusaha Cabuli Anak Tiri Sudah Lengkap, Kejari Kabupaten Malang Tunggu Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti

Jan 07, 2022 15:32
Kasubsi Pra-Penuntutan Kejari Kabupaten MalangAnjar Rudi Admoko (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kasubsi Pra-Penuntutan Kejari Kabupaten MalangAnjar Rudi Admoko (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Berkas kasus pelecehan seksual yang dilakukan  seorang pengusaha berinisial SY (44), warga Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, terhadap anak tirinya kini sudah lengkap. Namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang kini masih menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polres Malang untuk melengkapi berkas tersebut.

Kasubsi Pra-Penuntutan Kejari Kabupaten Malang Anjar Rudi Admoko mengatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas kasus pelecehan seksual yang dilakukan SY kepada anak tirinya. Berkas tersebut dinilai sudah lengkap dan sudah bisa di P21.

“Intinya berkas sudah lengkap, sudah bisa di-P21. Tinggal tunggu penyerahan dari penyidik. Mungkin minggu depan pelimpahan tersangka dan barang bukti,” ungkap Anjar Rudi, Jumat (7/1/2022).

Disinggung kapan berkas tersebut akan dilimpahkan, Anjar Rudi menjelaskan bahwa hal tersebut masih menunggu dari Polres Malang. Sebab, saat ini tersangka masih ditahan di Mapolres Malang beserta barang buktinya.

“Penyerahan kapan? Itu kami menunggu dari tim penyidik. Intinya kami masih menunggu, karena saat ini kewenangan masih ada di Polres Malang,” kata Anjar Rudi.

Sebagai pengingat, SY melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak tirinya yang berusia 12 tahun. Korban sebut saja Melati.

Ibu kandung Melati, HR (41), mengatakan bahwa kejadian memalukan yang diterima anaknya kerap terjadi saat suaminya menjemput sekolah. Saat ini Melati masih duduk di bangku sekolah kelas VII di salah satu SMP swasta di Kabupaten Malang.

“Jadi kalau menurut cerita adek (panggilan Melati), hal itu dilakukan saat mengantar pulang sekolah karena saya di kantor. Nah jadi pas siang bolong ini dia melakukan,” kata HR kepada JatimTIMES November 2021 lalu.

“Paling sering itu pas ngantar pulang sekolah, sekalian makan siang atau alasan ngantuk dan mau istirahat pulang. Tapi bukannya istirahat, malah anak saya dibegitukan,” imbuh HR.

Sebagai informasi, HR dan SY bekerja dalam satu tempat. SY merupakan pimpinan di salah satu perusahaan ekspedisi di Kota Malang. Sedangkan HR merupakan karyawannya.

Selain mencuri kesempatan ketika HR sedang bekerja, SY juga selalu mengambil kesempatan untuk berbuat cabul kepada Melati ketika istrinya sedang pulang kampung ke Solo, Jawa Tengah.

“Setiap saya tinggal ke Solo atau keluar kota atau keluar rumah, itu juga kesempatan dia untuk melakukan hal tidak senonoh kepada anak saya,” kata HR.

Bahkan dari pengakuan Melati, HR mengatakan bahwa selain melakukan perbuatan cabul, SY juga memfoto Melati dengan tanpa busana. Hal itu juga dibarengi dengan ancaman yang diberikan SY kepada Melati.

“Kalau versi adek sering difoto tanpa busana. Dan dengan ancaman, jika adek bilang sama saya, nanti ayah sama ibu ndak ketemu lagi,” kata HR menirukan Melati.

Topik
Kasus pencabulan anakKejari Kabupaten MalangPolres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru