Kementerian PUPR Minta Pembongkaran Pasar Induk Kota Batu Dipercepat, Pemkot Beri Respons

Jan 06, 2022 14:42
Petugas saat melakukan pembongkaran Padar Induk Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas saat melakukan pembongkaran Padar Induk Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meminta proses pembongkaran Pasar Induk Kota Batu dipercepat. Percepatan itu diminta lantaran pembangunan Pasar Induk Kota Batu sudah didapati pemenangnya pada akhir Desember 2021 silam, yakni PT Sasmita dari Surabaya.

Bahkan, pembongkaran itu diharapkan bisa rampung hingga 18 Januari 2022 mendatang. Dengan demikian, proses revitalisasi Pasar Induk Kota Batu bisa segera dilaksanakan. Sementara hingga saat ini, proses pembongkaran sudah masuk hari ke-12.

Hal tersebut diungkapkan setelah pihak Kementerian PUPR datang langsung meninjau Pasar Induk Kota Batu pada Rabu (5/1/2021). “Setelah kami melihat belum roboh semua bangunannya, jadi hanya sebagian. Harapan kami sudah dipercepat,” ucap PPK Prasarana Strategis Wilayah II Kementerian PUPR, Dewi Arditharini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bangun Yulianto menambahkan, proses pembongkaran difokuskan pada sisi barat. “Dengan begitu pembangunan bisa dimulai pada sisi barat,” ucap Bangun.

Sementara saat ini, aktivitas pedagang Pasar Kota Batu sudah berlangsung di area relokasi Stadion Brantas, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Kota Batu. Para pedagang ada yang sudah mulai berjualan, ada juga yang masih melakukan renovasi bedak mereka.

Mereka merenovasi bedak mereka agar lebih nyaman. Kemudian agar pembeli tertarik untuk mendatangi kios mereka. Bahkan ada juga kios yang mereka tempati dipasang keramik, ditambah triplek, hingga dipasang rolling door.

Sebab proses pembangunan itu akan berlangsung selama 16 bulan. Karena 16 bulan bukan waktu yang tak sebentar untuk menanti pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Sehingga mereka harus mengeluarkan anggaran lebih untuk proses relokasi tersebut.

Selama proses relokasi itu, diharapkan agar 1.136 kios semi permanen itu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Sementara pedagang Pasar Pagi sudah menempati area relokasi selama dua bulan terakhir.

Bahkan saat ini jika ke sana dirasa lebih nyaman dan bersih. Tidak seperti awal saat pindah, pengunjung maupun pedagang harus rela kaki mereka terkena lumpur lantara terkena hujan.

Topik
pasar induk kota batuPasar Besar Kota BatuKota Batuberita kota batuBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru