Fakta Kota Malang Turun ke PPKM Level 2, Ternyata ini Penyebabnya

Jan 05, 2022 19:37
Ilustrasi
Ilustrasi

JATIMTIMES - Kota Malang harus rela turun ke level 2 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Jawa-Bali versi Inmendagri. Kategori ini cukup menyita perhatian Wali Kota Malang Sutiaji, yang dalam hal ini meyakini penanganan Covid-19 di wilayahnya berjalan dengan cukup baik.

Rupanya, setelah melalui proses komunikasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dijelaskan Sutiaji, memang ada proses penyaluran data yang belum terverifikasi optimal.

"Jadi saya tidak protes, tapi saya telpon Dirjen, tanya kenapa sini masuk Level 2. Ternyata, si Lacak-nya (proses input data tracing) kemarin, untuk testing belum terwadahi," ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Karena itu, pihaknya segera mengonfirmasi ke Pemerintah Pusat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. Hal itu guna memastikan pendataan yang pasti agar Kota Malang kembali bisa naik ke PPKM Level 1.

"Memang yang menginput di kita, dimasukkan ke Provinsi itu sudah dilakukan. Itu memang datanya kita tidak valid. Mudah-mudahan secepatnya ada perubahan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, memang dari 8 indikator Inmendagri PPKM Level Jawa-Bali, berkaitan dengan tracing yang menjadi kendala. Seharusnya, rasio tracing Kota Malang tercatat 16,80.

Namun, yang masuk pada pendataan di Pemerintah Pusat 14,60. Hal ini, rupanya ada kendala pada server di aplikasi si Lacak.

"Kemarin sebenarnya dari tracing kita sudah masuk semua. Cuma Di Si Lacak begitu kita cek kemarin ternyata ada gangguan di server, sehingga ada 81 kontak erat yang kita masukkan ke si Lacak itu, 26 nyantol. Hari ini kita konfirmasi sudah masuk apa belum jumlah itu. Sehingga, kemarin tidak memenuhi aturan minimal 15, itu yang menyebabkan Kota Malang berada di Level 2," katanya.

Meski begitu, dari pendataan yang telah masuk nantinya masih tidak dapat merubah status PPKM Level 2 menjadi Level 1 untuk Kota Malang versi Inmendagri. Sebab, ketentuan dari Inmendagri No 1 Tahun 2022 tentang PPKM Level Covid-19 Jawa-Bali berlaku mulai tanggal 4 Januari sampai 17 Januari 2022.

Sehingga, perubahan leveling itu nantinya berada pada ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang memang melakukan updating setiap hari.

"Inmendagri itu sumbernya dari Kemenkes. Jadi, begitu ada perubahan di Kemenkes, di Inmendagri ini tetap berlaku sampai 17 Januari. Tapi, kalau data tadi sudah terupdate ke Kemenkes, Insya Allah kita sudah di level 1 untuk evaluasi di Kementerian Kesehatan.

Topik
Kota MalangPembersihan lingkunganvideo dangdutanWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru