Pedestrian Kayutangan Siap Dilebarkan, Pemkot Malang Gelontor Rp 6 Miliar

Jan 04, 2022 18:29
Tampak Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang atau kawasan Kayutangan yang dalam waktu dekat akan diberlakukan satu arah, Selasa (4/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tampak Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang atau kawasan Kayutangan yang dalam waktu dekat akan diberlakukan satu arah, Selasa (4/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Realisasi pemberlakuan satu jalur di kawasan Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang atau yang sering disebut kawasan Kayutangan Heritage nampaknya akan segera dilaksanakan. Dalam waktu dekat, pedestrian akan segera dibangun tahun ini menggunakan APBD 2022.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, untuk mendukung upaya penerapan jalur satu arah di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, pihaknya akan melakukan pelebaran pedestrian atau jalur pejalan kaki.

"Pedestriannya yang dilebarkan, pokoknya badan jalannya tak jaga 12 meter. Jadi kalau ukuran di sana misal 20 meter, berarti 20 meter dikurangi 12 meter, enam-enam dibagi dua kanan kiri," ungkap Diah kepada JatimTIMES.com, Selasa (4/1/2022).

Pihaknya menuturkan, saat ini pedestrian di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan Heritage memiliki lebar sekitar 1,5 meter. Nantinya diperlebar untuk menjaga badan jalan agar memiliki lebar total kanan dan kiri 12 meter. Masing-masing enam meter. 

"Anggaran untuk pelebaran pedestrian di Kayutangan itu sekitar Rp 6 Miliar," terang Diah.

Sementara itu, senada dengan Diah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, pihaknya juga telah berencana untuk mempersempit ruas jalan dari utara ke selatan atau dari perempatan Rajabally ke arah alun-alun jika nantinya diberlakukan jalur satu arah. 

"Otomatis kendaraan tidak terlalu kencang kalau sudah jalannya nggak begitu lebar banget," ujar Heru. 

Tapi dalam waktu dekat, mulai hari ini Selasa (4/1/2022) pihaknya telah menginstruksikan anggotanya untuk menambah jumlah separator di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan Heritage. 

"Supaya warga yang sering putar balik itu dan menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas semoga tidak terjadi," kata Heru. 

Lebih lanjut, nantinya jika ruas jalan telah dipersempit dengan pelebaran pedestrian, Dishub Kota Malang juga akan mengatur terkait parkir kendaraan. 

Heru berencana akan menempatkan beberapa titik di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat yang diperbolehkan untuk parkir kendaraan bermotor. 

Hal itu dikarenakan, jika diperbolehkan parkir di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat ketika jalan satu arah diterapkan, akan mengganggu kesan heritage di kawasan Kayutangan. Pasalnya, saat ini di kawasan Kayutangan Heritage juga sudah dipasang lampu taman klasik seperti di kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Jika nantinya sudah tidak ada titik untuk tempat parkir kendaraan di kawasan Kayutangan Heritage, pihaknya merencanakan akan membuat tempat parkir terpusat di kawasan Stadion Gajayana. 

"Kesitunya (Kayutangan Heritage) pakai macito atau shelter-shelter lainnya, kita bekerjasama dengan beberapa armada. Bisa dari Diknas dan segala macam, bisa jadi seperti itu," pungkas Heru. 

Topik
pelebaran pedestrian kayutanganjembatan glendengKayutangan HeritageKota MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru