Konferensi pers dugaan tindak pidana cukai, Senin (14/12/2015). (Foto: ferry/malangtimes)
Konferensi pers dugaan tindak pidana cukai, Senin (14/12/2015). (Foto: ferry/malangtimes)

MALANGTIMES -  Keberhasilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Malang menyita rokok ilegal tidak lepas dari informasi masyarakat dan kegiatan patroli yang dilakukan rutin.

Pada Rabu, 2 Desember 2015, sekira pukul 07.30 WIB, petugas KPPBC TMC Malang berpatroli di wilayah Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Informasi dari masyarakat, ada kendaraan Daihatsu warna biru membawa rokok tanpa dilekati pita cukai dan sedang menuju daerah Desa Jedong. Petugas segera meluncur untuk menunggu kendaraan yang dimaksud.

Saat kendaraan Daihatsu tiba, petugas membuntutinya hingga berhenti di depan rumah yang berada di Jalan Raya Jedong, Wagir.

Lalu petugas meminta pengendara mobil, yang diketahui berinisial Y, warga Jedong, untuk turun dan menanyakan identitas dan barang yang dibawa di dalam mobil. 

Sebelumnya, petugas KPPBC memperkenal diri dengan menunjukkan surat tugas.

Saat memeriksa kendaraan, petugas mendapati 15 karton berisi rokok merk Surya 9 Special yang dilekati pita cukai palsu. Setiap karton berisi 800 bungkus rokok.

Ketika diinterogasi, Y mengakui rokok tersebut miliknya sendiri. "Rokok tersebut dikirim kembali dari Makasar ke Malang, karena tidak laku," ujar Rudi Hery Kurniawan, Kepala KPPBC TMC Malang, Senin (14/12/2015) di kantornya saat jumpa pers.

Lalu, petugas meminta ditunjukkan lokasi pembuatan rokok. Rupanya, rokok dikemas di dalam rumah Y dengan 8 orang pekerja pengepakan. Lokasi pengepakan dilakukan di belakang rumah. "Kegiatannya bukan memproduksi tapi pengepakan," ujar Rudi HK.

Menurut keterangan Rudi, rokok diproduksi di wilayah Pasuruan lalu dikirim ke Malang untuk dilakukan proses pengepakan.

Di dalam rumah Y, petugas memeriksa dan mendapati sejumlah barang, di antaranya 468.850 batang rokok, barang kena cukai hasil tembakau sigaret kretek mesin (BKC HT SKM) merk Coffee Twenty Stik sebanyak 6480 bungkus dan merk S Super sebanyak 5 bungkus, 1 karton alat pendukung, dan etiket sebanyak 210 ball.

Kemudian, Y dan beberapa tenaga pengepak beserta barang hasil penindakan, dibawa petugas ke Kantor PPBC TMC Malang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (*)