Kota Malang Nihil Kasus Omicron, Deteksi Pasien Melalui 3 Hal Ini

Jan 04, 2022 12:43
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock/Angellodeco).
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock/Angellodeco).

JATIMTIMES - Masuknya varian baru Covid-19 Omicron di Jawa Timur menjadikan setiap daerah mengetatkan kewaspadaan, tak terkecuali di Kota Malang. Meski, hingga kini belum ditemukan adanya kasus tersebut, namun antisipasi tetap dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan, saat ini, kasus aktif Covid-19 di Kota Malang tercatat ada 4 orang. Rinciannya, 1 orang menjalani pemantauan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, 3 lainnya pemantauan dari rumah.

Namun, dipastikannya, dari kasus aktif ini tidak ada yang terindikasi sebagai kasus varian baru Covid-19 Omicron. "Kasus aktif ada 4, 1 di Saiful Anwar yang 3 di rumah. Dan nggak ada tqanda atau gejala mengarah sebagai indikasi kasus varian baru Covid-19 Omicron," katanya.

Husnul menjelaskan, setidaknya ada tiga hal untuk mengidentifikasi pasien dengan gejala Omicron. Pertama, yakni  mengenali CT Value swab-PCR pasien. Jika nilai CT Value rendah atau kurang dari 15, maka perlu dilakukan uji sample.

Kedua, setelah menjalani tes swab-PCR pertama di rentang 2 minggu dilakukan tes ulang. Jika masih positif maka harus dilakukan pemeriksaan WGS (Whole Genome Squencing), cara tepat untuk mendeteksi varian Omicron. 

Ketiga, melacak riwayat perjalanan pasien apakah dari luar negeri. Hal ini pun nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan WGS.

"Jadi kalau curiga ke Omicron, 3 tanda-tanda itu untuk diperiksa. Uji pemeriksaan itu (WGS) tidak ada di Malang, harus dibawa ke ITD (Institute Tropical Disease) Unair (Universitas Airlangga),” jelasnya.

Di sisi lain, mantan Direktur RSUD Kota Malang ini juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, apapun jenis varian Covid-19 yang muncul, antisipasi pencegahan paling utama dengan penerapan prokes ketat.

Selain penguatan prokes dengan 6M (Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Menghindari Makan Bersama), penguatan dari segi layanan dalam hal Tracing, Tracking dan Treatment (3T) juga terus dilakukan.

"Tentu antisipasi lainnya juga dengan percepatan vaksinasi Covid-19 yang terus kita lakukan hingga saat ini. Baik bagi masyarakat umum, lansia, dan anak-anak usia 6-11 tahun," pungkasnya.

Topik
agelique coetzeepenambangan gunung tembokCovid 19 Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru