Rencana Bus Macyto untuk UMKM dan Info Wisata Terkendala Dokumen Kendaraan

Jan 04, 2022 10:03
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui pewarta di Mal Pelayanan Publik Merdeka, Senin (3/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui pewarta di Mal Pelayanan Publik Merdeka, Senin (3/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menggunakan dua unit Bus Malang City Tour (Macyto) yang lama atau yang berwarna hijau dengan double deck untuk penitipan produk-produk jualan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masyarakat dan informasi pariwisata Kota Malang. 

"Rencana kami itu untuk UMKM sama informasi tentang pariwisata di Kota Malang. Jadi nanti di bawahnya untuk display UMKM, atasnya nanti untuk informasi pariwisata Kota Malang," ungkap Wali Kota Malang Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Senin (3/1/2022) kemarin. 

Untuk rencana titik penempatannya pun pihaknya berencana menempatkan Bus Macyto yang lama di beberapa titik, salah satunya di kawasan Kayutangan. 

Namun, rencana penggunaan Bus Macyto yang lama untuk penitipan produk-produk jualan UMKM masyarakat Kota Malang dan informasi pariwisata Kota Malang nampaknya tidak dapat terealisasi di 2022 ini. 

"InsyaAllah (2022 bisa beroperasi), tapi prosesnya panjang itu mas harus ngganti (motong) chasisnya. Belum bisa mungkin (tahun 2022), paling 2023 (bisa direalisasikan)," terang Sutiaji. 

Bus Macyto yang lama milik Pemkot Malang.

Selain itu, saat ini sedang proses penyusunan ulang desain untuk Bus Macyto yang lama jika akan dipergunakan untuk penitipan produk-produk jualan UMKM masyarakat dan informasi pariwisata. 

"Masih di desain ulang. Jadi insyaAllah kegunaannya untuk itu (display UMKM dan informasi pariwisata), jadi nggak mubazir. Masyarakat bisa menaruh (produk umkm), ya (untuk dijual), nanti hari ini siapa, besoknya siapa lagi. Masih ditata," jelas Sutiaji. 

Terlebih lagi, untuk proses pemotongan chasis dan penyesuaian bodi untuk Bus Macyto yang lama, Sutiaji menyebutkan anggaran yang harus dikeluarkan oleh Pemkot Malang untuk satu unit Bus Macyto sekitar Rp 800 juta. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, saat ini pihaknya sedang proses penyelesaian dokumen kendaraan dari dua unit Bus Macyto yang lama. Karena untuk dua unit Bus Macyto yang lama, spesifikasi kendaraan tidak sesuai dengan aturan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Alhasil tidak dapat dioperasikan untuk beberapa tahun ke belakang. 

"Kan karena nggak boleh double deck, nggak boleh tingkat. Kemudian ban belakang kan harus satu nggk boleh dobel. Otomatis kan harus kita sesuaikan," kata Heru. 

Terkait anggarannya sendiri, pihaknya belum mengalokasikan anggaran untuk merenovasi dua unit Bus Macyto yang lama tersebut. Untuk saat ini Heru sedang mencari berkas-berkas pendukung kendaraan. 

"Kan itu STNK nya harus atas nama Pemkot dulu. Ini kan STNK nya belum ada, belum namanya Pemkot. Saya sudah komunikasi ke kementerian, mengurai masalah fakturnya, SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) kendaraannya, sampai sekarang masih belum ketemu," pungkas Heru. 

Topik
Bus MacytoWalikota MalangDishub Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru