Sempat Ramai #PercumaLaporPolisi , Begini Tanggapan Kapolresta Makota Kombes Buher

Jan 03, 2022 20:45
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di lobi Mapolresta Malang Kota, Senin (3/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di lobi Mapolresta Malang Kota, Senin (3/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Beberapa waktu lalu sempat ramai tagar #PercumaLaporPolisi #SatuHariSatuOknum dan #NoViralNoJustice di media sosial. Kondisi itu membuat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo merespons tegas agar para jajaran di bawahnya serius menangani setiap laporan dan aduan dari masyarakat. 

Beberapa tagar yang tersebar di media sosial ini pun membuat citra Polri sempat buruk yang disebabkan oleh segelintir oknum anggota Polri. Oknum-oknum anggota Polri tersebut melakukan tindakan berlebihan kepada masyarakat, sehingga memunculkan kekesalan dan keresahan dari masyarakat melalui media sosial maupun mural-mural yang terdapat di jalanan. 

Terkait beberapa tagar yang sempat viral tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto memberikan respons. Dia menyebut semua bentuk kritikan yang membangun akan diterima. 

"Dengan adanya hashtag itu kan, kami berharap itu adalah suatu kritikan yang membangun. Saya berkali-kali menyampaikan, kalau kritikan itu sifatnya hanya hujatan, cacian, makian, itu kan tidak membangun," ungkap perwira yang akrab disapa Buher itu kepada JatimTIMES.com, Senin (3/1/2022). 

Pihaknya pun berkomitmen bersama jajarannya akan menerima semua kritik yang bersifat membangun. Pasalnya, Buher pun memberikan analogi seperti ketika terdapat seseorang sakit, jika orang yang mengetahui hal tersebut hanya bilang bahwa dirinya sakit demam, itu bukan sebuah solusi. 

Hal tersebut  sama halnya ketika sebuah kinerja dari anggota kepolisian yang dinilai kurang tepat dan hanya dihujat melalui laman media sosial ataupun wadah yang lain tanpa adanya saran membangun.

"Kami menerima kritikan, khususnya di Polresta Malang Kota. Mudah-mudahan hashtag Percuma Lapor Polisi dan lain-lain itu tidak berlaku di wilayah Polresta Malang Kota," ujar Buher. 

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini menyampaikan, pihaknya juga memiliki slogan yang harapannya menjadi capaian dari tugas polisi yakni "Ada Polisi, Ada Solusi". Namun, dirinya tidak menginginkan perang tagar di dalam peristiwa menguatkan beberapa tagar kritikan terhadap kinerja polisi. 

"Tetapi kami tidak mau adanya perang hashtag di dalam ini. Kami ingin instrospeksi di tahun 2022. Polresta Malang Kota ini bekerja keras, cerdas, ikhlas dan ini benar-benar terwujud," tandas Buher. 

Selain itu, pihaknya berkomitmen akan meningkatkan pelayanan yang sifatnya untuk kepentingan publik, serta mengembangkan program-program yang sudah diterapkan sebelumnya. 

Salah satunya aplikasi Jogo Ngalam. Polresta akan menggandeng para akademisi dari beberapa kampus, rumah sakit, serta institusi layanan publik lainnya yang ada di Kota Malang,

"Kami ingin personel Polresta Malang Kota ini interaktif dan responsif dengan cepat. Itu yang akan kami besarkan," ujar Buher. 

Hal itu juga akan dikuatkan dengan adanya kerja sama dengan pihak kampus untuk mengembangkan pelatihan kehumasan. Program tersebut merupakan salah satu yang utama di Polresta Mang Kota. 

"Termasuk skrining kondisi Polresta Malang Kota ini sehat atau sakit ataupun dalam kondisi yang baik-baik saja," pungkas Buher. 

Topik
Polresta Malang KotaCovid 19 varian OmicronRekrut P3K

Berita Lainnya

Berita

Terbaru