Kolaborasi ITB-UIN Malang, Site Plan Relokasi Hunian Warga Terdampak Erupsi Semeru Siap Direalisasikan

Jan 03, 2022 19:11
Tim kolaborasi UIN Malang dan ITB yang tengah melakukan kajian lokasi relokasi warga terdampak erupsi Semeru. (Ist)
Tim kolaborasi UIN Malang dan ITB yang tengah melakukan kajian lokasi relokasi warga terdampak erupsi Semeru. (Ist)

JATIMTIMES - Tim Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (SAPPK ITB) dan Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) berkolaborasi menangani korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang.

Hal ini menyusul instruksi Presiden Joko Widodo agar pemerintah setempat segera menyiapkan pemukiman baru para warga terdampak erupsi Semeru. Seperti diketahui, banyak rumah warga yang rusak, bahkan terkubur oleh abu erupsi.

1

Kolaborasi yang terjalin yakni melakukan riset lapangan guna menyiapkan perencanaan yang matang untuk keperluan perencanaan site plan (rencana tapak) dalam menggambar detail tata letak hunian baru agar tidak menyalahi aturan.

Menurut Tarranita Kusuma Dewi, dosen UIN Maliki Malang, perencanaan site plan ini dilakukan secara kolaboratif dan disesuaikan dengan disiplin keilmuan masing-masing. 

Tarranita mengatakan, perencanaan site plan tentunya tak sembarangan. Tata letak hunian disesuaikan dengan mengedepankan konsep go green. 

"Saya fokus pada tata letak hunian yang tentunya ramah, aman dan tetap mengedepankan konsep go green, mempertimbangkan ekosistem lingkungan hijau," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam perencanaan, UIN Malang berkodinasi dengan bupati Lumajang dan juga LAZ Rumah Amal Salman yanf ditunjuk sebagai penanggung jawab penyediaan hunian baru bagi masyarakat terdampak erupsi. Dalam koordinasi, disepakati untuk usulan site plan untuk relokasi masyarakat terdampak.

"Relokasi akan diterapkan di dua lokasi, yaitu Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dan Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo," terangnya, Senin (3/1/2021).

2

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengharapkan, tim arsitek ITB dan UIN Malang bisa segera merealisasikan site plan dan huntara (hunian sementara) yang dibutuhkan, sehingga proses relokasi bisa segera dilaksanakan secara bertahap.

Desa Sumbermujur akan manjadi kawasan relokasi pertama. Rencananya Sumbermujur akan dilengkapi fasilitas yang layak, baik itu fasilitas pendidikan, tempat ibadah, pasar, dan juga sarana olahraga.  "Semoga rencana ini bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target dan harapan pemerintah," ujar bupati.

Tim arsitek UIN Malang Dr Aulia Fikriarini MT menambahkan,  site plan dan huntara juga turut dikonsep oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang yang juga menjadi salah satu partner untuk kolaboratif.

Dalam kesempatan tersebut, Tltim UIN Maliki Malang juga akan menyumbangkan 10 huntara sebagai bentuk kepedulian terhadap korban terdampak erupsi Semeru.

 

Topik
UIN Maliki MalangITB Bandungrahasia kematianerupsi semeru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru