Kerabat Warga Kabupaten Malang yang Terindikasi Omicron Dilakukan Testing, Ini Kabar Terbaru soal Hasil Tes

Jan 03, 2022 17:10
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih belum dapat memastikan terkait warga Kabupaten Malang yang terindikasi Covid-19 varian Omicron beberapa waktu lalu. Sehingga sampai saat ini, pemerintah masih menunggu hasil tes di laboratorium apakah yang bersangkutan benar terpapar Omicron atau varian covid-19 yang lain.

Pasien tersebut juga dikabarkan telah meninggal beberapa waktu lalu. Saat ini, sampel dari yang bersangkutan juga telah diambil untuk diperiksa di laboratorium di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. 

"Memang ada yang suspect, tapi masih belum dipastikan. Dan (korban) yang meninggal juga telah diambil sampelnya, cuma kita belum tahu, apa itu Covid-19 varian Omicron atau lainnya, hasilnya belum keluar," ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Darmadi, Senin (3/1/2022) sore. 

Selain itu, pasien tersebut juga diketahui memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Diketahui, komorbid yang diderita pasien tersebut juga terbilang akut. 

"Pasien itu kan punya komorbid, dan kita juga belum tahu, meninggalnya karena Covid atau karena penyakit penyertanya itu," imbuh politisi PDI Perjuangan ini.

Darmadi menyebut, saat ini sejumlah keluarga dan kerabat korban juga telah ditracing dan dilakukan testing. Hal itu sebagai antisipasi agar pergerakan Covid-19 tersebut tidak meluas.

"Kalau sesuai ketentuan ya kan minimal 30 orang. Tidak hanya keluarganya saja. Paling tidak ya orang yang kontak langsung selama satu minggu terakhir dengan yang bersangkutan," terang Darmadi.

Sementara itu, hal senada sebelumnya juga telah disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang, Didik Gatot Subroto. Hanya saja dari laporan yang ia terima, pasien tersebut memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Penyakit itu lah yang dipastikan menjadi penyebab kematian pasien yang bersangkutan. 

"Jadi komorbidnya itu sudah akut, lalu yang bersangkutan meninggal. Dan dari situlah sampel pasien itu dikirimkan ke laboratorium di Unair untuk diuji. Dan sepertinya hingga saat ini belum keluar," terang Didik.

Topik
kasus varian omicronmanfaat biji pepayaKabupaten MalangDidik Gatot SubrotoBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru