Gubernur Sumatera Utara Dua Sudah Kali Melarang Orang Berkumis

Dec 31, 2021 15:54
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meninjau fasilitas olahraga di Gedung Bowling, Stadion Sepakbola dan Kolam Renang Unimed, Kamis (30/12/2021). (Foto: instagram edy_rahmayadi)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meninjau fasilitas olahraga di Gedung Bowling, Stadion Sepakbola dan Kolam Renang Unimed, Kamis (30/12/2021). (Foto: instagram edy_rahmayadi)

JATIMTIMES -  Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi terkait orang berkumis. Mantan pangkostrad itu lagi-lagi  melarang orang berkumis. 

Larangan berkumis pertama disampaikan Edy saat bertemu dengan para kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Sumut Kamis 29 April 2021 lalu. Gubsu meminta kepala sekolah tidak berkumis dan  tidak berperut besar.

Larangan berkumis  itu kembali dilontarkan. Kali ini Edy  melarang pelatih olahraga berkumis karena dianggap berjiwa tua  saat pelantikan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut di rumah dinas Gubsu di Medan, Rabu 29 Desember 2021. "Tak boleh, tak ada pelatih yang berkumis," ujar Edy.

Gubsu mengatakan,  saat dirinya memenangkan peperangan, orang-orang yang ikut dalam perang itu berjiwa muda. Orang berjiwa muda belum tentu orang yang berusia muda.

"Di tempat kami dulu, di dalam memenangkan pertandingan, kalau kami peperangan, orang orang yang berjiwa muda. Bukan orang muda," ucap  Edy.

Dia menilai orang berkumis memiliki jiwa yang tua. Untuk itu, dia meminta pelatih tidak berkumis agar tetap berjiwa muda. "Orang berkumis itu adalah orang-orang berjiwa tua. Makanya pelatih tak boleh berkumis. Saya minta maaf yang berkumis itu," tambah Edy.

Jaun sebelumnya, April lalu, Edy melarang kepala sekolah SMA-SMK berkumis. "Saya berharap kepala sekolah tak ada yang berkumis karena tak benar itu berkumis," kata Edy. "Besarkan biseps. Bukannya perut dibesarkan. Biar gagah," sambungnya.

Saat itu Edy juga meminta kepala sekolah merapikan pakaian. Dia meminta kepala sekolah yang menggunakan peci juga berpenampilan rapi.

Edy pun menyinggung soal pentingnya kebersihan. Dia  meminta kepala sekolah memperhatikan kebersihan lingkungan sekolah masing-masing. 

"Saya akan datang ke sekolah-sekolah untuk memeriksa kebersihan. Kalau nanti saya datang ke sekolah, saya akan lihat kamar mandi bersih atau tidak. Kalau tidak, siap-siap," tandasnya.

Ucapan Edy melarang kepala sekolah berkumis itu kemudian mendapat kritik karena dianggap tak ada kaitan kumis dengan prestasi.

Selain larangan berkumis, sikap  Edy juga memicu kontroversi lantaran menjewer dan mengusir pelatih biliar Sumut di depan orang banyak. Gara-garanya, si pelatih biliar tidak ikut bertepuk tangan ketika Edy memotivasi atlet-atlet Sumatera Utara.

Topik
Gubernur Sumatera Utara Edy RahmayadiEdy RahmayadiKarang Taruna Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru