Tahun 2021 Aksi Curanmor Dominasi Kasus Kriminal di Kota Malang

Dec 31, 2021 09:07
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto (tengah) saat merilis ungkap kasus akhir tahun di Halaman belakang Mapolresta Malang Kota, Kamis (30/12/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto (tengah) saat merilis ungkap kasus akhir tahun di Halaman belakang Mapolresta Malang Kota, Kamis (30/12/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Selama pandemi Covid-19 yang berlangsung pada tahun 2021, tindakan kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dominasi laporan masuk kasus kriminal yang diterima oleh jajaran Satreskrim Polresta Malang Kota

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengatakan, setidaknya selama tahun 2021 terdapat 1.163 kasus kriminal yang terjadi di Kota Malang, 944 kasus berhasil diselesaikan, serta 191 tersangka telah dilakukan penahanan. Dari ribuan kasus yang masuk, didominasi oleh aksi kejahatan curanmor. 

"Penyebab tingginya angka kriminalitas tersebut, dengan adanya aktivitas masyarakat yang dari normal menjadi kekhususan," ungkap perwira yang akrab disapa Buher saat ungkap kasus rilis akhir tahun di Halaman belakang Mapolresta Malang Kota. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo menambahkan bahwa untuk di wilayah Kota Malang terdapat dua wilayah yang menjadi sasaran para pelaku curanmor yakni Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Kedungkandang. 

"Di mana tempat tersebut banyak kos-kosan yang rata-rata mereka mahasiswa atau juga bermacam-macam. Kalau kejadian paling banyak di sekitar sore menjelang malam, kalau nggak dini hari," jelas Tinton. 

Aksi kejahatan curanmor termasuk dalam kategori kasus kriminal 3C yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

Jika berdasarkan data rekapan kasus kriminal yang laporannya masuk dan ditangani Satreskrim Polresta Malang Kota, jumlah laporan kasus curanmor masih tertinggi jika dibandingkan dengan kasus kategori 3C lainnya. 

Untuk tahun 2020 laporan masuk kasus curas sebanyak 8 perkara dan selesai 11 perkara. Kemudian laporan masuk kasus curat sebanyak 53 perkara dan selesai 22 perkara. Lalu laporan masuk kasus curanmor sebanyak 370 perkara dan selesai 48 perkara. 

Sedangkan untuk rekapan tahun 2021, laporan masuk kasus curas sebanyak 5 perkara dan selesai 7 perkara. Lalu laporan masuk kasus curat sebanyak 131 perkara dan selesai 99 perkara. Kemudian laporan masuk kasus curanmor 278 perkara dan selesai 167 perkara. 

Untuk tren prosentasenya sendiri dari tahun 2020 hingga 2021, laporan kasus kriminal cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2021 ini, untuk laporan masuk kasus curas mengalami penurunan 37,5 persen dan penyelesaian kasus turun sebesar 36,36 persen. 

Kemudian untuk laporan masuk kasus curat turun sebesar 3,7 persen dan penyelesaian penanganan kasus naik sebesar 177,2 persen. Sedangkan untuk kasus curanmor laporan masuk turun 46,21 persen dan penyelesaian kasus meningkat sebesar 58,3 persen. 

Dari kasus 3C khususnya kasus curanmor yang mendominasi laporan masuk, masih terdapat beberapa perkara yang saat ini masih dalam proses pengungkapan. Namun, terdapat beberapa kendala untuk penyelesaian kasus 3C, yakni minimnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus 3C pada saat kejadian serta minimnya dukungan CCTV (Closed Circuit Television). 

"Memang kita tidak bisa sepenuhnya (mengungkap), tetapi kita berupaya mengungkap dan kita juga harus menggugah masyarakat untuk tetap (merawat/memerhatikan) terhadap barang kendaraannya terutama sepeda motor," terang Tinton. 

Pasalnya, dalam beberapa kasus curanmor berdasarkan analisa penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota, terkadang tingkat keamanan yang dilakukan oleh pemilik kendaraan masih kurang maksimal. 

Selain itu, di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkadang pemilik kendaraan lupa mencabut kunci, sehingga kunci masih menempel dan memperbesar peluang pencuri untuk melangsungkan aksi jahatnya. 

"Jadi antara kesempatan dan niat bisa bergabung menjadi suatu tindak pidana kalau misalnya orang itu niatnya sudah jelek," kata Tinton. 

Lebih lanjut pihaknya berharap agar masyarakat dari berbagai elemen turut serta dalam berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya tindakan curanmor. 

"Mungkin dengan melakukan kunci ganda, atau dengan sistem keamanan di kampungnya juga, kita juga perlu dibantu oleh masyarakat," pungkas Tinton. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus curanmor kota malangcuranmor kota malangPolresta Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru