Soal Kasus Aktif Covid-19, Diskominfo Kabupaten Malang: Penanganan Masih Berlangsung

Dec 30, 2021 15:55
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang sempat menjadi yang tertinggi di Jawa Timur pada Selasa (28/12/2021) lalu, ternyata cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, saat itu jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang mencapai 19 kasus. Jumlah tersebut merupakan catatan yang dihimpun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim) per Selasa (28/12/2021).

"Iya itu kan karena memang kami masih melakukan penanganan. Sehingga yang terindikasi atau yang positif akhirnya bisa terdeteksi, diketahui dan juga mendapat penanganan," ujar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang Nur Fuad Fauzi kepada JatimTIMES, Kamis (30/12/2021).

Selain itu, menurut Fuad, bukan upaya dalam penanganan saja yang dinilai sukses dilakukan. Namun juga upaya yang dilakukan untuk pencegahan juga dinilai berhasil. Seperti sosialisasi kepada masyarakat. 

"Ada beberapa masyarakat itu yang datang sendiri ke puskesmas atau ke rumah sakit," imbuh Fuad. 

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, bahwa masyarakat diharapkan agar tetap bisa antisipatif. Seperti tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Termasuk kepada 19 orang yang disebut dalam kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang agar tetap disiplin dalam menjalani perawatan. 

"Kemudian untuk yang 19 orang (kasus aktif) ini, harus segera ada tracing dan testing. Kemudian bagi yang bergejala, sedianya masuk di ruang isolasi. Dan yang tidak bergejala bisa diisolasi mandiri," terang Didik.

Menurut Didik, tracing dan tracking menjadi penting untuk dilakukan. Hal itu mengetahui rekam jejak atau kemungkinan adanya jalur penularan kepada pasien yang bersangkutan. Tentunya agar kasus Covid-19 yang ada saat ini tidak semakin meluas. 

"Ya tujuannya agar bisa lebih antisipatif. Agar bagaimana proses penularan itu tidak berkembang kembali. Terlebih dengan omicron," imbuh Didik. 

Menurutnya, meskipun Omicron menjadi kasus baru dan cenderung tidak lebih berbahaya, namun keberadaannya tetap tidak dapat dipisahkan. Artinya juga termasuk langkah-langkah antisipatif di dalamnya. 

Topik
Diskominfo Kabupaten Malangkasus wik wikmanfaat biji pepaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru