Pemasangan Lampu Klasik di Kayutangan Heritage Disorot, Ini Jawaban Pemkot Malang

Dec 30, 2021 12:45
Lampu klasik di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage. (Tubagus Achmad/MalangTIMES).
Lampu klasik di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage. (Tubagus Achmad/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kawasan Kayutangan Heritage terus dipercantik. Salah satunya dengan pemasangan lampu-lampu klasik untuk menambah nuansa heritage.

Sejak dimulai pemasangan bertahap pada Minggu (26/12/2021), keberadaan lampu taman itu menuai reaksi publik. Antara lain  pemasangan lampu dinilai terlalu dekat antara satu dan yang lainnya.

Jika melihat di area kawasan, lampu-lampu ini memang memiliki perbedaan jarak dan tampak tak senada.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, perihal jarak antar lampu hias satu dengan yang lain tersebut memang ada dua perbedaan. Yakni, ada yang berjarak sekitar 6 meter dan ada juga yang berjarak sekitar 4 meter. Hal itu menyesuaikan dengan existing yang sudah ada sebelumnya.

"Karena di sana (Kayutangan Heritage) bukan kawasan baru. Jadi, penataannya mengikuti existingnya sudah ada, seperti pintu masuk pertokoan, gedung dan ada jalan masuk gang. Nah itu yang membuat akhirnya penataan tidak bisa sama ya. Jadi, kami menyesuaikan itu," ujarnya.

Dikatakan Wahyu, total ada sebanyak 95 lampu hias yang bakal terpasang di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage. Itu akan menghiasi mulai dari persimpangan PLN (sektor satu) hingga persimpanga Gereja Kayutangan (sektor dua).

Dari pantauan MalangTIMES, hingga hari ini (Kamis, 30/12/2021) masih terlihat beberapa pekerja yang melakukan pemasangan lampu hias di sepanjang kasawan. "Yang sudah terpasang di awal itu kan 52. Ini terus akan kami selesaikan hingga total 95 lampu terpasang. Hari ini kami selesaikan ya," katanya.

Sementara, berkaitan dengan alokasi anggaran awal untuk penyediaan fasilitas lampu ini,  Wahyu mengatakan memang mengalami penyesuaian. Di awal,  direncanakan lampu dianggarkan sebesar Rp 2,9 miliar. Namun mengalami penurunan menjadi Rp 1,4 miliar untuk 95 lampu hias.

"Kalau anggaran itu karena waktunya tidak cukup. Akhirnya kami konsultasi ke pabrik pembuat (lampu hias) kira-kira satu bulan lebih sedikit bisa berapa. Nah itu langsung kami lelang sesuai jumlahnya," ungkap Wahyu.

Tak hanya itu. Kawasan Kayutangan Heritage masih akan terus ditambah fasilitas penunjang lainnya. Misalnya tempat duduk di tiap pinggir jalan yang saat ini sudah ada.

Kemudian, juga ditanami 36 pohon tabebuya yang telah dilakukan di sepanjang Kayutangan Heritage. Penanaman pohon itu memakan anggaran sekitar Rp 86 juta.

Nantinya, jika pohon-pohon ini sudah bermekaran, akan tampil dengan aneka warna indah yang terpampang. Salah satunya berwarna pink.

Topik
Kayutangan Heritagekayutangan heritage malangPemkot MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru