Ungkap Penyebab Siswa SD di Jombang Meninggal usai Vaksinasi, Komda KIPI Turun Tangan

Dec 29, 2021 19:37
Kadinkes Jombang drg Budi Nugroho saat diwawancarai wartawan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kadinkes Jombang drg Budi Nugroho saat diwawancarai wartawan. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JATIMTIMES - Penyebab meninggalnya siswa SD di Jombang sehari usai vaksinasi covid-19 mulai diselidiki. Untuk mengusutnya, Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jombang akan turun tangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg Budi Nugroho mengungkapkan, Komda KIPI bersama tim dari Dinkes Jombang akan mengusut penyebab kematian bocah usia 12 tahun asal Kecamatan Jogoroto itu.

Sebelumnya putra pasangan suami istri Kaswan (50) dan Miyatin (58), warga Kecamatan Jogoroto, Jombang meninggal pada Selasa (28/12) pagi  sekitar pukul 05.00 WIB. Sehari sebelumnya, siswa kelas 6 SD di Kecamatan Mojowarno itu menjalani vaksinasi covid-19 dengan jenis Pfizer di Puskesmas Mojowarno.

"Kemarin langsung kami bersama Komda KIPI karena barang kali nanti mengarah ke KIPI. Kami melakukan audit evaluasi dengan menelusuri data-data yang dibutuhkan untuk mencari penyebab kematian yang sesungguhnya," tandasnya saat diwawancarai JatimTIMES, Rabu (29/12).

Tim Komda KIPI Jombang nantinya akan diketuai oleh dokter spesialis anak, yakni dr Suwarsih. Komda KIPI juga melibatkan sejumlah tenaga medis yang berkompeten di bidang vaksin dan efek sampingnya.

Dikatakan Budi, saat ini tim Komda KIPI bersama Dinkes Jombang tengah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti penunjang. Tujuannya untuk mengungkapkan fakta penyebab kematian siswa SD yang meninggal sehari usai mengikuti vaksinasi.

"Sampai hari ini kami belum bisa mengambil kesimpulan. Ini di wilayah Komda KIPI ya dan masih ada pengumpulan data terus yang mungkin besok akan zoom meeting dengan Komda Jatim dan Komnas juga untuk mencari penyebab kematian yang sesungguhnya," kata Budi.

Diberitakan sebelumnya, salah satu siswa kelas 6 SD di Jombang mengikuti vaksinasi di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12). Usai divaksin, malam harinya dia mengalami demam dan muntah-muntah.

Oleh orang tuanya, bocah berusia 12 tahun itu diperiksakan ke Puskesmas Mayangan, Jogoroto pada Selasa (28/12) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Nahas, putra pasangan suami istri Kaswan (50) dan Miyatin (58) itu dinyatakan meninggal dunia saat sampai di puskesmas tersebut.

Topik
Komda KIPI JombangDinkes JombangDubes RI untuk Mesirberita jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru