Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Malang Tertinggi, Begini Komentar Wabup

Dec 29, 2021 08:47
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang tercatat ada 19 kasus, per Selasa (28/12/2021). 

Sementara itu, tertinggi kedua adalah Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Kedua daerah tersebut sama, yakni per Selasa (28/12/2021) ada 6 kasus aktif positif Covid-19. Selain itu, di tanggal yang sama juga ada 16 daerah kabupaten dan kota lain yang tercatat masih ada kasus positif Covid-19. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya, beberapa kelonggaran yang mungkin sudah mulai diberlakukan. 

Ia memperkirakan bahwa hal itu bisa saja terjadi, mengingat saat ini penerapan PPKM sudah mulai ada kelonggaran. Kabupaten Malang juga menjadi salah satu daerah di Malang Raya yang jadi tujuan wisata.

"Kabupaten Malang ini kan menjadi kabupaten di Malang Raya yang menjadi rujukan untuk rekreasi (wisata). Dengan dibukanya PPKM ini kan juga berpotensi. Pertemuan, tatap muka kan menjadi sedikit longgar. Itu perkiraan saya," ujar Didik melalui sambungan telepon, Rabu (29/12/2021) pagi.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat bisa tetap antisipatif. Seperti tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Termasuk kepada 19 orang yang disebut dalam kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang agar tetap disiplin dalam menjalani perawatan. 

"Kemudian untuk yang 19 orang (kasus aktif) ini, harus segera ada tracing dan testing. Kemudian bagi yang bergejala, sedianya masuk di ruang isolasi. Dan yang tidak bergejala, bisa diisolasi mandiri," terang Didik.

Menurut Didik, tracing dan tracking menjadi penting untuk dilakukan. Hal itu mengetahui rekam jejak atau kemungkinan adanya jalur penularan kepada pasien yang bersangkutan. Tentunya agar kasus Covid-19 yang ada saat ini tidak semakin meluas. 

"Ya tujuannya agar bisa lebih antisipatif, agar bagaimana proses penularan itu tidak berkembang kembali. Terlebih dengan omicron," imbuh Didik. 

Menurutnya, meskipun Omicron menjadi kasus baru dan cenderung tidak lebih berbahaya, namun keberadaannya tetap tidak dapat dipisahkan. Artinya juga termasuk langkah-langkah antisipatif di dalamnya. 

Topik
kasus wik wikminuman yang baik dikonsumsi pagi hariWabup Malangmanfaat biji pepaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru