5 Desa di Kota Batu Terpilih Dapat BKK Desa Berdaya, Desa Pandanrejo Launching Unggulan Lumbung Strawberry

Dec 28, 2021 17:49
Wali Kota Batu Dewanti berswafoto menunjukkan hasil olahan strawberry di Lumbung Strawberry. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti berswafoto menunjukkan hasil olahan strawberry di Lumbung Strawberry. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Kota Batu mendapatkan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu desa yang merasakannya adalah Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji yang baru saja melaunching Lumbung Strawberry.

Lalu apa Lumbung Strawberry yang ditawarkan di sana? Bermula di desa tersebut, mayoritas penduduknya adalah petani strawberry. Potensi tersebut lantas dimanfaatkan oleh unit usaha desa sebagai tempat wisata sekaligus menjadi ciri khas dari Dusun Pandan.

Di Lumbung Strawberry, pengunjung bisa melihat kebun strawberry yang membentang subur. Lalu, pengunjung juga akan diajak mempelajari seluk-beluk strawberry mulai dari pembibitan hingga panen. Jika masih belum puas, pengunjung bisa memetik sendiri buah strawberry yang dipilih.

Yang membedakan Lumbung Strawberry dengan tempat wisata petik buah lainnya adalah lokasinya yang terletak di antara Gunung Arjuno dan Gunung Panderman. Sehingga, pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk.

Jika sudah lelah pengunjung bisa mengunjungi kafe serba olahan strawberry yang berada di satu kawasan dengan Lumbung Strawberry. Pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh strawberry untuk hantaran di sana.

Launching langsung dilakukan oleh Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko untuk menandai sebagai Desa Berdaya di Lumbung Strawberry, Selasa (28/12/2021). Dewanti, dalam arahannya mengapresiasi kepada Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan karena bersungguh-sungguh membangun desanya untuk kesejahteraan warganya.

Dewanti berharap tidak hanya launching, namun harus terus diisi dengan kegiatan untuk menarik wisatawan dan warga sekitar Kota Batu. Dewanti juga mengapresiasi estetik dan pilihan bahan dari bangunan yang tidak mahal namun unik dan berkesan di Lumbung Strawberry.

“Mohon untuk bekerjasama dengan dinas-dinas terkait untuk menjadikan Desa Berdaya yang berkesan dan ikonik,” ucap Dewanti.

Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa timur (DPMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Zainal Mustafa mengatakan, kegiatan Desa Berdaya ini dilaksanakan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Program ini diberikan kepada 151 desa di Jawa Timur.

“Syarat mendapatkan BKK ini adalah desa yang sudah berstatus mandiri. Program ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi mengembangkan ikonic desa hingga menguatkan branding desa,” ujar Zainal.

Lima desa yang terpilih selain Desa Pandanrejo adalah Desa Tulungrejo, Desa Punten, Desa Junrejo dan Desa Pendem. Masing-masing desa ini menggunakan dana bantuan tersebut untuk menguatkan ikon wisata desa masing-masing.

“Setiap desa yang mendapatkan BKK ini mendapatkan dana sebesar Rp 100 juta, merupakan dana stimulus,” imbuh Zainal.

Sementara itu Kepala Desa Pandanrejo Abdul Manan menambahkan, Desa Pandanrejo mengembangkan ikon sebagai penghasil strawberry dan sebagai ‘Lumbung Strawberry’. “Dengan dijadikannya Desa Pandanrejo menjadi Lumbung Strawberry, semoga Pandanrejo Berdaya,” terang Manan.

Sedang Program Desa Berdaya terfokus pada empat kegiatan. Pertama, menumbuhkan inovasi yang mampu menggerakkan perekonomian desa berbasis potensi dan sumber daya secara kreatif dan berkelanjutan.

Kedua, memunculkan ikon desa yang khas melalui economic branding berbasis inovasi. Selanjutnya, mengoptimalkan penggunaan Dana Desa untuk mendorong pertumbuhan ikon desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, dan terakhir, menciptakan praktik keteladanan sehingga menjadi sumber inspirasi.

Topik
barang kena cukairiang terbuka hijaublk komunitas

Berita Lainnya

Berita

Terbaru