Bocah SD di Jombang Meninggal Sehari Usai Vaksin

Dec 28, 2021 16:53
Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat mengunjungi rumah duka siswa SD yang meninggal sehari usai vaksinasi. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)
Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat mengunjungi rumah duka siswa SD yang meninggal sehari usai vaksinasi. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)

JATIMTIMES - Siswa SD di Jombang meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin covid-19. Bocah usia 12 tahun itu sempat mengalami demam tinggi hingga muntah sebelum meninggal dunia.

Korban adalah putra pasangan Kaswan (50) dan Miyatin (58), warga Kecamatan Jogoroto, Jombang. Anak kedua dari pasangan suami istri tersebut, sekolah kelas 6 di salah satu SD Negeri di Kecamatan Mojowarno.

Kades Jogoroto Sodirin mengatakan, bocah berusia 12 tahu itu mengikuti vaksinasi anak di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12). Usai mengikuti vaksinasi tersebut, korban tiba-tiba mengalami demam dan muntah-muntah pada malam harinya.

"Kemarin (Senin, 27/12) itu vaksin, terus jam 12 malam itu muntah-muntah," terangnya kepada wartawan, Selasa (28/12).

Karena kondisinya seperti itu, lanjut Sodirin, korban diperiksakan ke Puskesmas Mayangan, Jogoroto oleh orang tuanya. Sayangnya, putra dari Kaswan tersebut tidak bisa diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal oleh petugas puskesmas.

"Jam 4 pagi tadi (Selasa, 28/12) dibawa ke Puskesmas. Jam 5 meninggal. Dikubur tadi jam setengah 8 (pukul 07.30 WIB)," tandasnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Jombang Haryo Purwono mengatakan, siswa kelas 6 SD itu seharusnya mengikuti vaksinasi anak secara kolektif di sekolahnya pada Kamis (23/12).

Namun, ia tidak bisa ikut vaksin karena usai khitan satu minggu sebelumnya. Akhirnya, anak kedua dari tiga bersaudara itu baru bisa mengikuti vaksinasi susulan di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12).

"Sebenarnya vaksinnya itu di SD waktu itu. Karena habis khitan dan sebagainya, jadi belum bisa divaksin. Akhirnya divaksin di Puskesmas Mojowarno," jelasnya saat dikonfirmasi wartawan.

Haryo mengatakan, korban disuntik vaksin dengan jenis vaksin Pfizer. Sebelum vaksin disuntikkan, petugas vaksinator Puskesmas Mojowarno terlebih dahulu melakukan screening terhadap korban.

Hasil screening memutuskan korban bisa mengikuti vaksinasi. "Screening waktu itu baik semua. Kita gak berani kalau jelek screeningnya," ungkapnya.

Korban baru mengalami panas dan muntah ketika malam hari. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Di puskesmas tersebut, korban sudah dinyatakan meninggal oleh petugas kesehatan setempat.

"Sampai jam 12 itu muntah. Terus jam 3 pagi muntah, responsnya komunikatif. Jam 5 dibawa ke Puskesmas Mayangan, dalam arti medis sudah tidak ada (meninggal dunia, red)," kata Haryo.

Haryo belum bisa memastikan korban meninggal akibat vaksin yang telah disuntikkan. Menurutnya, Dinkes Jombang saat ini masih mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Kita ngumpulkan bukti-bukti dulu, seperti riwayat penyakitnya. Kita cari arahnya ke KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) atau penyebab lainnya," pungkasnya.(*)

Topik
Vaksin Covid 19harga lpgvaksinasi jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru