Tampil Lebih Menarik, Pagar Alun-Alun Tugu Kota Malang Bakal Dibongkar

Dec 28, 2021 16:05
Alun-Alun Tugu Kota Malang yang akan dilakukan penataan ulang lebih menarik. (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).
Alun-Alun Tugu Kota Malang yang akan dilakukan penataan ulang lebih menarik. (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang terus dilakukan untuk lebih menambah daya tarik. Alun-alun Tugu Kota Malang kini tengah dipersiapkan untuk dilakukan penataan ulang.

Konsep tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penataan Taman Alun-alun Tugu yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Selasa (28/12/2021) di Hotel Ijen Suites.

Dalam penggarapan Detail Enginering Design (DED) taman Alun-alun Tugu tersebut, salah satu yang bakal ditata yakni perihal pagar melingkar. Dimana, nantinya pagar itu akan dibongkar dan diganti dengan tanaman.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, konsep tersebut tak lepas dari usulan dari komunitas-komunitas pemerhati cagar budaya di Kota Malang. Namun, dalam penataan Alun-alun Tugu, dipastikan tidak akan menghilangkan nuansa heritage.

"Alun-alun itu kan ruang publik, jadi masukan dari beberapa komunitas memang meminta jangan ada pembatasan. Tapi, perlu diingat, di sana heritage. Nanti akan kita tambah saja, selama ini ada pagar hidup sama pagar tembok itu nanti kita hilangkan," ujarnya.

Sedangkan, berkaitan dengan tugu yang menjadi ciri khas kawasan alun-alun yang berada di depan Balai Kota Malang itu, hingga tanaman teratai, dikatakan Sutiaji tidak akan berubah. Hal itu untuk mempertahankan nilai sejarah yang ada.

"Di sana ada tugu, itu heritage, monumental sekali. Bung Karno yang meletakkan sama meresmikan. Itu artinya ada nilai-nilai sejarah yang harus dipertahankan. Maka itu yang tidak bisa kita apa-apa kan, teratai juga," jelasnya.

Hal lainnya yang juga bakal mewarnai konsep penataan Alun-alun Tugu ini, yakni bakal satu kawasan menyatu dengan wilayah Kayutangan Heritage. Dimana, akan menjadi satu jalan, mulai dari Kayutangan Heritage, ke wilayah Alun-alun Tugu, hingga Stasiun Malang.

"Sama nanti ada tempat-tempat duduk dan kita perbanyak free wifinya. Sehingga semua orang bisa menikmati, kapanpun mengakses bisa. Termasuk, juga usulan ada monumen pendiri bangsa kita terwakili oleh Soekarno Hatta ada," tandasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan, penyusunan DED tersebut sudah di tahap akhir. Hanya saja, anggaran yang akan digelontorkan untuk penataan Alun-alun Tugu ini masih dalam kajian.

Paling cepat, pelaksanaan pembangunan akan dilangsungkan setelah PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun 2022 mendatang. "Anggaran masih belum tahu, selesai DED masih dihitung. Kalau kita bicara taman waktunya kan agak panjang. Konsultan kira-kira butuh waktu berapa lama, kalau nggak terlalu lama bisa di PAK tahun 2022," ungkapnya.

Dikatakan Wahyu, selain pagar yang akan dibongkar, di kawasan Alun-alun Tugu ini nantinya juga akan dilakukan penambahan pernak-pernik penunjang untuk lebih memperindah kawasan. Seperti, penambahan area jogging track, hingga pemasangan lampu-lampu klasik.

"Memang itu hanya penataan saja, existing tetap yang sekarang. Pagar diganti tanaman yang tidak tinggi, jangan sampai menutupi tugu itu ya. Serta, nanti juga bakal ada lampu-lampu klasik itu," pungkasnya.

Topik
Alun Alun Kota Malangmeninggal usai vaksinTaman Tugu Kota MalangPemkot Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru