Momentum Natal 2021, 42 WB Nasrani Lapas Kelas I Malang Dapat Remisi

Dec 25, 2021 18:44
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang RB Danang Yudiawan (berpeci) saat memberikan berkas remisi kepada perwakilan warga binaan pemasyarakatan saat momentum Hari Raya Natal, Sabtu (25/12/2021). (Foto: Humas Lapas Kelas I Malang)
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang RB Danang Yudiawan (berpeci) saat memberikan berkas remisi kepada perwakilan warga binaan pemasyarakatan saat momentum Hari Raya Natal, Sabtu (25/12/2021). (Foto: Humas Lapas Kelas I Malang)

JATIMTIMES - Pada momentum Hari Raya Natal 2021, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman kepada 42 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari 68 WBP beragama Nasrani yang ada.

"Dari total 68 warga binaan Lapas Lowokwaru yang beragama Nasrani, sebanyak 42 orang mendapat remisi natal. Durasi waktu remisi paling lama dua bulan," ungkap Kepala Lapas Kelas I Malang RB Danang Yudiawan dalam keterangan yang diterima JatimTIMES.com, Sabtu (25/12/2021). 

Untuk rentang waktu pengurangan masa hukuman yang didapat oleh 42 WBP pada momentum Hari Raya Natal 2021 ini, mulai dari 15 hari hingga dua bulan. Dan dari 42 WBP tersebut tidak ada yang bebas dari lapas, hanya pengurangan masa tahanan saja. 

Proses pemberian remisi dilakukan langsung oleh Danang kepada 42 WBP yang bertempat di Gereja Pembaharuan Lapas Kelas I Malang. Menurutnya, pemotongan masa tahanan atau remisi merupakan wujud kasih Tuhan.

"Karena semua adalah kehendak-Nya. Merupakan nikmat yang layak diterima karena warga binaan telah berupaya memperbaiki diri dan melayani Tuhan dengan baik," ujar Danang. 

Sementara itu, Kasi Registrasi Lapas Kelas I Malang Hengki Giantoro menambahkan, untuk persyaratan WBP Nasrani yang berhak mendapatkan remisi yakni pada intinya berkelakuan baik di dalam Lapas Kelas I Malang. 

"Harus memenuhi syarat administrasi dan substantif, contohnya kalau narkoba di atas lima tahun itu harus JC (Justice Collaborator) untuk mendapatkan remisi. Kalau pidana umum setelah menjalani enam bulan dia mendapatkan remisi," jelas Hengki. 

Selain itu, status yang berhak mendapatkan remisi harus sudah menjadi narapidana. Jika statusnya masih tahanan tidak dapat diajukan sebagai penerima remisi. 

Lebih lanjut, dalam momentum pemberian remisi bagi 42 WBP pada momentum Hari Raya Natal 2021, pihaknya berharap agar WBP dapat terus berkelakuan baik di dalam lapas dan mematuhi peraturan secara maksimal dan disiplin. 

"Mereka semua bersyukur dan berterima kasih kepada lapas dan selama ini mereka mengikuti pembinaan dengan baik. Ketika tidak baik mereka tidak mendapatkan hak remisinya, itu syaratnya," terang Hengki.

Topik
warga binaan nasranipemenang tender pasar induk kota batuRemisiHari Raya Natal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru