BNN Kota Batu Dorong Berdirinya Balai Rehabilitasi di Kota Batu

Dec 24, 2021 20:29
Kepala BNN Kota Batu Agus Surya Dewi saat bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: istimewa)
Kepala BNN Kota Batu Agus Surya Dewi saat bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Meski angka pengguna narkoba setiap tahunnya mengalami penurunan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu tetap membutuhkan Balai Rehabilitasi di Kota Batu. Dengan hadirnya balai rehabilitasi nantinya dapat mengintensifkan penanganan terhadap pecandu narkoba.

Karena itu BNN Kota Batu mendorong tiga pemerintah di Malang Raya untuk mendirikan Balai Rehabilitasi. Sebab hingga saat ini masih belum memiliki balai rehabilitasi di Malang Raya.

Kepala BNN Kota Batu Agus Surya Dewi mengatakan, keberadaan Balai Rehabilitasi ini akan semakin mengintensifkan penanganan terhadap pecandu narkoba. Tentunya akan meringankan beban keluarga pecandu.

“Rehabilitasi ini bertujuan untuk memulihkan ketergantungan narkoba dan mengembalikan fungsi sosial dan produktivitas pecandu,” ungkap Dewi. Pada tahun 2021 ini, Klinik Pratama BNN kota Batu telah menyelenggarakan layanan dan hasil pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan rawat jalan Klinik Pratama BNN Kota Batu.

“Terhadap layanan tersebut masuk kategori sangat baik sebesar 3,538 termasuk dalam nilai mutu A,” tambah Dewi. Karena itu Dewi sangat berharap nantinya kerjasama pemerintah daerah di Malang Raya untuk menghadirkan Balai Rehabilitasi.

Sementara BNN Kota Batu mencatat kasus pengguna narkoba yang direhabilitasi di BNN Kota Batu di tahun 2021 hanya 16 orang dengan rincian 15 laki-laki dan 1 perempuan. Sehingga ada penurunan yang cukup drastis 25 kasus di tahun ini dibanding tahun 2020 mencapai 41 kasus.

Dari 16 kasus tersebut, kategori umur 10 hingga 19 tahun terdapat dua pengguna narkoba. Pengguna narkoba yang direhabilitasi terbanyak pada rentan usia 20 hingga 29 tahun sebanyak 10 orang. “Lalu untuk usia 30 hingga 39 tahun sebanyak 3 orang dan usia 40 tahun sebanyak 1 orang,” terang Dewi.

Di tahun 2021 lanjut Dewi para pecandu cenderung mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Namun sebaliknya tidak ada pengguna yang memakai ganja. “Narkoba yang dikonsumsi sabu-sabu semoga tahun depan semakin menurun jumlah penggunanya,” tutup Dewi.

Topik
BNN Kota Batubalai rehabilitasisungai menjangan meluapBalai Rehabilitasi Narkotika

Berita Lainnya

Berita

Terbaru