Libur Nataru, Kota Malang Tak Terapkan Ganjil Genap

Dec 24, 2021 12:27
Lalu lalang kendaraan di salah satu kawasan jalan di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Lalu lalang kendaraan di salah satu kawasan jalan di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Skema ganjil-genap untuk ke kawasan wisata di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) tampaknya tidak diterapkan di Kota Malang. Hal itu karena wilayah Kota Malang tidak begitu banyak memiliki destinasi wisata.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lebih memilih memperketat destinasi wisata dengan protokol kesehatan (prokes) dan pembatasan pengunjung maksimal 75 persen dari kapasitas area.

"(Ganjil genap) masih belum dilakukan. Kami lebih memilih membatasi (pengunjung) dengan swab acak di keramaian,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Heru Mulyono mengungkapkan, kebijakan  dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 66 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama Nataru untuk membuat sistem ganjil genap terkait kunjungan ke tempat wisata prioritas memang sulit diterapkan di Kota Malang. Menurut dia, hingga saat ini, penerapan ganjil-genap itu akan diberlakukan di wilayah Kota Batu yang memang memiliki banyak destinasi wisata.

"Perihal ganjil-genap kalau di Kota Malang kami melihat situasinya itu sepertinya belum akan kami terapkan. Soalnya,  sampai saat ini kesepakatan sistem tersebut hanya berlaku di Kota Batu saja," ungkap Heru.

Apalagi, kondisi jalanan menuju ke tempat wisata di Kota Malang cenderung lancar. Sebab, mayoritas wisatawan yang datang ke Kota Malang biasanya hanya melakukan transit  sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Batu.

Meski begitu, selama Nataru ini, Dishub bakal menerjunkan 120 personel untuk mengatur lalu lintas. Hal ini bekerja sama dengan Polresta Malang Kota dengan menempatkan personel di lima pos pengamanan (pos pam) dan menyisir area kemacetan saat Nataru.

"Kami bersama dengan polresta belum melakukan ganjil genap karena jumlah kendaraan yang lalu lalang masih bisa ditoleransi. Tinggal bagaimana nanti mengaturnya saja," tandasnya.

Topik
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi HermantoNicholas Sean PurnamaWali Kota Malang SutiajiBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru