Laporan dari Muktamar Ke-34 NU di Lampung

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam NU, Dilarang Rangkap Jabatan

Dec 24, 2021 01:07
Anggota AHWA KH Zainal Abidin saat mengumumkan rais aam.(Ist)
Anggota AHWA KH Zainal Abidin saat mengumumkan rais aam.(Ist)

JATIMTIMES - Musyawarah 9 anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) telah selesai dengan mengusung nama rais aam PBNU. AHWA telah menyepakati KH Miftachul Akhyar secara resmi  menjadi rais aam lagi.

Di hadapan para muktamirin, nama KH Miftachul Akhyar ditetapkan menjadi rais aam PBNU periode 2021-2026 dalam musyawarah anggota AHWA yang digelar di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Kamis (23/12/2021) malam.

"Para kiai bulat dan sepakat menunjuk  Al Mukarom KH Miftachul Akhyar," tegas anggota AHWA KH Zainal Abidin.

Anggota AHWA juga berpendapat rais aam tidak diperkenankan untuk merangkap jabatan dengan organisasi lainnya. Pendapat ini juga disetujui oleh seluruh anggota AHWA. "Itu haram hukumnya (merangkap jabatan organisasi lain)," ucap Zainal di hadapan para muktamirin yang hadir.

Seperti diketahui, saat ini KH Miftachul Akhyar juga menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jika mengacu pada aturan baru AHWA tersebut, KH Miftachul bisa jadi akan mundur sebagai ketua umum MUI.

Selain itu, mewakili AHWA, Zainal berharap agar rais aam yang ditetapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap NU. Rais aam diharapkan untuk bisa fokus dalam pembinaan dan pengembangan organisasi NU ke depan.

"Lalu kami berdiskusi dengan rais aam terpilih dengan jawaban bahasa yang sangat santun sekali, sami'na wa atho'na" tutur Zainal.

Kemudian, rais aam juga diharapkan untuk tetap bisa  mengakomodasi para calon tanfidziyah meskipun lebih dari satu dengan tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) NU.

Topik
kh yahya staquf cholilRais Aam PBNUMuktamar NUmanfaat layanan tambahan bpjs ketenagakerjaan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru