Hujan Es Guyur Kota Malang

Dec 23, 2021 16:58
Salah satu es yang turun di Kota Malang (foto: potongan video Instagram infomalangraya)
Salah satu es yang turun di Kota Malang (foto: potongan video Instagram infomalangraya)

JATIMTIMES - Hujan es terjadi di sejumlah wilayah di Kota Malang Kamis (23/12/2021). Peristiwa itu bahkan hingga viral di WhatsApp Grup (WAG) hingga media sosial.

Salah satu warga wilayah Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang, Hari menceritakan kejadian hujan es tersebut diketahuinya saat atap rumahnya berbunyi kencang ketika hujan disertai angin turun. Namun mulanya ia tidak menyangka bahwa itu hujan es dan mengira hanya hujan biasa.

“Tadi hujan deras banget. Lalu angin juga. Aku dengar bunyi di genting, aku pikir bocor. Ternyata hujan es, keras banget,” ujar Hari.

Hal itu juga diperkuat warga Jalan Kesatrian Terusan, Ranutama yang menyebut bahwa ia kaget ketika asyik mendengarkan musik tiba-tiba hujan yang turun mengeluarkan suara keras dari atas.

“Suaranya di genteng itu keras banget, seperti ada batu kecil turun mas. Tapi Alhamdulillah tidak ada apa-apa,” ungkap Ranutama.

Menyikapi fenomena cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan es terjadi di wilayah Kota Malang, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno menjelaskan bahwa hujan es tersebut disebabkan adanya awan Cumulonimbus (Cb).

“Awan Cb itu terbentuk akibat pemanasan terik pada siang hari. Awan Cb pada tahap matang mengalami pendinginan (kondensasi) ekstrem, sehingga berpotensi turun hujan dalam bentuk partikel es,” jelas Anung.

Anung pun menyebut bahwa fenomena hujan es ini bersifat sangat lokal dan tidak terjadi secara merata atau hanya di kisaran wilayah 5 sampai 10 kilometer.

“Itu dalam waktu yang singkat serta memiliki kemungkinan kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama. Ini lumrah pada masa pergantian musim,” ungkap Anung.

“Waktu terjadinya hujan es biasanya gak sampai 1 jam. Lalu untuk partikel es kisaran diameternya juga gak sampai 1 centimeter,” imbuh Anung.

Dengan adanya fenomena tersebut, Anung meminta masyarakat tetap waspada saat berada di area luar. Terlebih, hujan yang disertai angin kencang sehingga mengkhawatirkan hal yang tidak diinginkan.

“Angin kencang, baliho, atap-atap semi permanen hingga potensi pohon tumbang bisa saja terjadi. Jangan sampai abaikan, lalu berteduh di pohon atau dekat baliho. Apalagi hujan es kalau terkena kaca mobil juga lumayan. Masyarakat harus lebih siap untuk mengurangi risiko,” pungkas Anung.

Topik
Hujan EsKota MalangFenomena Alam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru